32m yang lalu
Michael Saylor beri sinyal Strategy akan lanjut beli Bitcoin, seiring posisi kas dan utang berbalik seimbang
Michael Saylor mengunggah cuitan yang mengisyaratkan Strategy akan kembali mengakumulasi Bitcoin, setelah menghentikan pembelian selama 10 pekan. Penulis dan sumber: Foresight News.
Tekanan dari sisi utang dinilai tidak lagi menghambat ruang gerak perusahaan untuk membeli Bitcoin. Strategy memegang kas sekitar US$6,69 miliar, dengan utang obligasi konversi sekitar US$6,71 miliar. Perusahaan menyebut rasio leverage bersih saat ini hanya 0,1%.
Sepanjang musim panas, selisih kas dan utang sempat bergerak berlawanan arah secara persisten. Pelaku pasar bahkan mulai memasukkan risiko bahwa perusahaan bisa dipaksa melepas aset. Pekan lalu, selisih tersebut lenyap, dengan dua angka nyaris setara. Kondisi ini ikut mendorong saham MSTR melonjak 12%.
Penghentian pembelian memang terjadi. Pembelian Bitcoin terakhir dilakukan pada 22 Juni, ketika Strategy membeli 520 BTC pada harga US$67.068 per BTC. Setelah itu, perusahaan empat kali menjual Bitcoin.
Pada Agustus, Strategy memperoleh pendanaan baru US$3,28 miliar. Seluruh dana tersebut dikonversi menjadi kas dolar AS dan tidak dipakai untuk membeli Bitcoin. Penumpukan kas disebut sebagai langkah terencana, dengan porsi terbesar diarahkan ke cadangan pembayaran dividen. Nilai cadangan itu berada di US$3,75 miliar pada Juli dan kini meningkat menjadi US$5,1 miliar.
Saham preferen STRC milik Strategy mulai kembali mendekati nilai par. STRC adalah saham preferen yang diterbitkan Strategy untuk menghimpun modal, dengan dividen 12% dan target harga transaksi US$100. Pada 28 Agustus, STRC ditutup di US$97,33, dengan level terendah 12 bulan di US$71,25. Saat harga turun di bawah US$100, perusahaan menanggung erosi biaya.
Dalam laporan kinerja kuartal II, CEO Phong Le menyatakan: "Tujuan kami adalah menjaga harga STRC di kisaran US$99–US$100 dalam jangka panjang. Jika harga STRC turun di bawah US$100, kami berencana melakukan pembelian kembali STRC secara tertib sesuai pedoman yang telah ditetapkan."
Setiap dolar yang dipakai untuk buyback STRC berarti mengurangi dana yang tersedia untuk membeli Bitcoin. Pada Agustus, Strategy mendanai operasi penopang harga tersebut dengan menjual Bitcoin. Saat harga mendekati US$97, belanja modal semacam ini sebagian besar berhenti.
Risiko dinilai kian membesar. Pada Juli 2025, STRC menyelesaikan pembiayaan US$2,47 miliar pada harga US$90 per saham dengan imbal hasil dividen 9%. Saat ini, nilai beredar saham preferen tersebut sekitar US$10 miliar, dengan imbal hasil dividen 12%. Beban dividen juga besar; pada kuartal II saja, Strategy membayar dividen saham preferen sebesar US$400,7 juta.
Sinyal Saylor bersifat indikatif dan bukan pengumuman resmi. Ia menyertakan grafik yang menunjukkan total kepemilikan 840.447 BTC dengan nilai US$65,72 miliar. Beberapa jam sebelumnya, ia menulis, "Everything is normal."
Kedua unggahan itu bukan dokumen pelaporan regulator. Aktivitas pembelian Bitcoin perusahaan akan tercermin dalam laporan mingguan, dengan laporan berikutnya diperkirakan terbit pada Senin, 31 Agustus. Strategy bisa saja sudah membeli Bitcoin pekan lalu, meski ada kemungkinan tidak ada pembelian. Pada Juli, Saylor juga sempat menyatakan "Bitcoin has already won," tetapi pembelian tetap membeku selama lima pekan setelahnya.