Cuaca Corn Belt dan rencana pertemuan Trump-Xi di Washington pada September menggerakkan harga biji-bijian
Ringkasan Pasar AI
Pasar biji-bijian menghadapi arus silang yang beragam: prakiraan curah hujan yang membaik di Corn Belt AS mengurangi premi cuaca dalam jangka dekat, sementara DXY yang lebih lemah mendukung harga komoditas. Panas dan kekeringan di Eropa memangkas produksi jagung Prancis, dan risiko logistik Laut Hitam dapat secara material membatasi ekspor Ukraina di masa depan, sehingga memperketat ekspektasi pasokan global. Sinyal permintaan AS menguat melalui penggunaan etanol yang lebih tinggi dan crush kedelai yang lebih kuat, tetapi risiko politik AS-Tiongkok tetap menjadi ketidakpastian utama bagi arus perdagangan kedelai.
Level dampak
● Sedang
Aset terdampak
NCCOSOYBEANS2USD/USDT-0.15%
Wawasan AI · NCCOSOYBEANS2USD/USDTWawasan AI
● Netral
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Kementerian Pertanian Prancis memperkirakan panen jagung turun 35% menjadi 9,0 juta MT akibat gelombang panas dan kekeringan, terendah setidaknya sejak 1980. Data USDA menunjukkan penggunaan jagung untuk alkohol bahan bakar pada Juni mencapai 466,7 juta bushel, naik 4,5% dari periode yang sama tahun lalu, sementara tingkat campuran etanol dalam bensin AS menyentuh rekor 11,29% pada Mei seiring kenaikan harga minyak mentah. Penggilingan kedelai pada Juni tercatat 6,53 juta ton, meningkat dibanding bulan lalu dan setahun lalu. Kementerian Pertanian Ukraina memperingatkan ekspor gandum 2026-27 dapat turun dari 64,4 juta MT menjadi 29,6 juta MT jika operasi pelabuhan tidak berjalan rutin.