KPMG Rampungkan Audit Keuangan Tether 2025, Terbitkan Opini Wajar Tanpa Pengecualian

Ringkasan Pasar AI
Tether mengatakan KPMG mengeluarkan opini wajar tanpa pengecualian atas laporan keuangan Tether International tahun 2025, audit penuh pertama mereka, yang mencakup cadangan, pengendalian internal, pihak lawan transaksi, dan bahkan inspeksi fisik batangan emas. Bagi pasar yang sejak lama berfokus pada kredibilitas cadangan USDT setelah tindakan regulasi sebelumnya, audit oleh salah satu Big Four dapat mengurangi persepsi risiko transparansi dan tata kelola. Hasil ini dapat mendukung kepercayaan terhadap stablecoin dan kondisi likuiditas di seluruh pasar kripto.
Level dampak
● Tinggi
Aset terdampak
NCSKUSD2USD/USDT+0.84%
Wawasan AI · NCSKUSD2USD/USDTWawasan AI
▲ Bullish
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Menurut laporan CoinDesk, Tether menyatakan KPMG—salah satu firma akuntansi Big Four—telah menerbitkan opini audit wajar tanpa pengecualian atas laporan keuangan Tether International tahun 2025. Perusahaan menyebut ini sebagai audit keuangan penuh pertamanya, dengan cakupan pemeriksaan meliputi aset, liabilitas, pendapatan, arus kas, sistem internal, serta informasi pihak lawan. Pengungkapan ini muncul seiring Tether memperluas operasi di Amerika Serikat. Mengingat pertanyaan yang telah berlangsung bertahun-tahun terkait keaslian cadangan USDT, tingkat transparansi pengungkapan, dan pengendalian internal, hasil audit ini mendapat sorotan besar di pasar stablecoin. Tether menjelaskan bahwa opini wajar tanpa pengecualian berarti auditor menilai tidak ada masalah material dalam penyajian laporan keuangan. Kesimpulan seperti ini umumnya dipandang sebagai hasil positif standar dalam audit. Meski begitu, opini tersebut tidak berarti KPMG mendukung model bisnis Tether atau menjamin kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban di masa depan. Laporan CoinDesk menekankan, fokus utamanya adalah apakah laporan keuangan disajikan sesuai persyaratan yang berlaku. Kontroversi mengenai cadangan dan praktik pengungkapan Tether sebelumnya telah memicu perhatian regulator dan pasar, sehingga pihak eksternal terus memantau perkembangan auditnya. Tether tercatat menyelesaikan perkara dengan Negara Bagian New York pada Februari 2021 dan membayar denda US$18,5 juta. Pada Oktober 2021, CFTC juga menjatuhkan denda US$41 juta. Pada Maret 2026, diumumkan bahwa firma Big Four telah dilibatkan untuk berpartisipasi dalam proses audit. Setelah itu, KPMG dikonfirmasi menangani audit USDT, sementara PwC membantu perusahaan menyiapkan sistem internalnya. Dalam audit tersebut, Tether juga menyatakan KPMG melakukan penghitungan dan inspeksi fisik atas setiap batang emas yang dimiliki perusahaan, alih-alih hanya mengandalkan laporan dari kustodian atau pihak lawan. Pernyataan ini dimaksudkan untuk menegaskan bahwa ruang lingkup audit tidak terbatas pada dokumen. Tether menilai audit ini menunjukkan tata kelola serta kontrol keuangan perusahaan meningkat seiring pertumbuhan bisnis. CEO Tether, Paolo Ardoino, turut menulis di media sosial bahwa perusahaan telah menepati komitmen sebelumnya untuk menjalani audit. CoinDesk mencatat, Tether menyebut proses ini sebagai "audit keuangan perdana terbesar dalam sejarah", tetapi klaim tersebut berasal dari pernyataan perusahaan sendiri.