Senat AS dukung RUU tarif 100% yang menyasar India, China dan pembeli minyak Rusia lainnya
Ringkasan Pasar AI
Rancangan undang-undang Senat AS yang didukung 60+ anggota parlemen mengusulkan tarif 100% terhadap pembeli terbesar minyak/gas Rusia (termasuk China dan India) dengan peninjauan setiap 180 hari dan pengecualian terbatas untuk gas Eropa. Jika dilanjutkan, hal ini akan meningkatkan risiko friksi perdagangan, berpotensi mengganggu arus perdagangan minyak mentah Rusia, dan memaksa realokasi pasokan global. Kebijakan ini juga menambah ketidakpastian pada dinamika substitusi gas-ke-minyak dan dapat memengaruhi rute permintaan LNG.
Level dampak
● Tinggi
Aset terdampak
NCCO1OILBRENT2USD/USDT-1.76%
Wawasan AI · NCCO1OILBRENT2USD/USDTWawasan AI
▼ Bearish
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Senat AS mengajukan RUU bernama Lindsey O Graham Sanctioning Russia Act of 2026 yang mengusulkan tarif 100% atas impor dari lima negara—India, China, Slovakia, Hungaria, dan Azerbaijan—karena membeli minyak atau gas Rusia. RUU ini mencantumkan mekanisme peninjauan daftar negara sasaran setiap 180 hari serta penyesuaian tarif berdasarkan perubahan pola pembelian. Sejumlah negara Eropa dapat dikecualikan jika porsi impor gas Rusia mereka memenuhi ambang tertentu dan mereka mengambil langkah signifikan untuk menguranginya. Jika disahkan, langkah tersebut akan memberi kewenangan eksplisit bagi Kongres AS untuk menggunakan tarif sebagai alat geopolitik guna menekan negara yang membiayai perang Rusia di Ukraina, menurut laporan PTI.