3j yang lalu
Emas dan perak diperkirakan konsolidasi setelah jatuh 12% dan 18% pada Q1
Harga emas dan perak melemah tajam pada Q1, dengan emas turun 12%—kinerja kuartalan terburuk dalam 13 tahun—dan perak merosot 18%, terburuk dalam empat tahun. Pada 30 Juni di COMEX, emas turun 28% dari puncak 29 Januari dan perak anjlok 59,5%. Analis menilai penguatan indeks dolar yang menembus 102, level tertinggi 13 bulan, serta menguatnya sinyal hawkish The Fed menjadi faktor utama yang menekan logam mulia. Emas tercatat stabil di $4047/oz, sementara perak turun tipis ke $59/oz.
3j yang lalu
6-18
S&P Global: India perlu diversifikasi sumber minyak dan perbesar cadangan strategis saat perdagangan minyak mentah terendah sejak perang
Laporan S&P Global menyebut ketegangan di Timur Tengah sempat mengganggu pelayaran di Selat Hormuz, yang memengaruhi sekitar 15 juta barel per hari arus minyak global. Gangguan itu membuat kilang India kehilangan sekitar 20% pasokan minyak mentah Timur Tengah pra-konflik dan mempercepat peralihan ke sumber alternatif seperti Rusia, AS, Brasil, dan Nigeria. Pada periode yang sama, pemrosesan minyak mentah India pada April turun ke 523万 barel per hari, turun 5,8% dibanding Maret. Meski kesepakatan sementara AS-Iran mendorong harga minyak turun lebih dari 1% dalam sehari ke level terendah sejak konflik Iran, laporan tersebut menekankan pemulihan rantai pasok memerlukan waktu dan ketegangan struktural pasokan jangka pendek belum terselesaikan.
6-18
6-18
Impor emas India turun lebih dari 65% setelah bea masuk dinaikkan menjadi 18,4% dan bank masih dibekukan sebagai importir
Pemerintah India menaikkan bea masuk impor emas dari 9,2% menjadi 18,4% efektif 13 Mei 2026 dan hingga kini belum memulihkan status bank sebagai importir emas yang ditunjuk, sehingga hanya tiga entitas yang boleh mengimpor. Dampaknya, volume impor emas bulanan India turun dari kisaran 75–100 MT menjadi sekitar 25–30 MT, atau merosot lebih dari 65%. Sebagai konsumen emas terbesar kedua di dunia, penurunan impor India dinilai mengganggu arus fisik emas global. Bea masuk perak juga dinaikkan dan menghadapi tekanan penularan yang serupa.
6-18
6-17
India dan Jepang tetapkan aturan pelaksanaan JCM, laporan soroti emisi penjualan kembali LNG Jepang 2020–2025
India dan Jepang resmi mengaktifkan aturan pelaksanaan Joint Crediting Mechanism (JCM) untuk memperkuat kerja sama proyek rendah karbon dan perdagangan kredit pengurangan emisi. Pada saat yang sama, laporan Zero Carbon Analytics menyebut penjualan kembali LNG asal AS oleh Jepang ke Asia pada 2020–2025, termasuk ke India, menimbulkan emisi setara dengan sekitar 17 PLTU batu bara per tahun. Laporan itu menyoroti biaya karbon tersembunyi di rantai pasok LNG yang didorong kebocoran metana dan emisi dari pembakaran. Temuan tersebut dinilai dapat memicu pengetatan kebijakan iklim regional serta meningkatnya peninjauan ESG oleh mitra dagang.
6-17
6-17
Sensex dan Nifty lanjut menguat di awal perdagangan, Brent turun 0,49% ke USD 78,44 per barel
Harga minyak mentah Brent turun 0,49% menjadi USD 78,44 per barel, level terendah hampir tiga bulan. Indeks saham India Sensex dan Nifty memperpanjang reli empat hari pada awal perdagangan, masing-masing naik 271,61 poin dan 55,35 poin. Analis mengatakan penurunan harga minyak dapat membantu menekan inflasi India, memperbaiki neraca perdagangan, dan menopang laba korporasi. Investor institusional asing mencatatkan penjualan bersih saham India sebesar 749,18 miliar rupee pada Selasa.
6-17
6-17
India, Assam, dan Nagaland sepakati MoU tiga pihak untuk dorong pengembangan sabuk migas Assam–Nagaland
Pemerintah India, Assam, dan Nagaland meneken nota kesepahaman tiga pihak untuk mencabut pembatasan administratif dan operasional yang sudah lama menghambat pengembangan sabuk migas Assam–Nagaland. Kawasan ini diperkirakan menyimpan hampir 500 million tonnes sumber daya minyak dan gas, tetapi produksi saat ini hanya sekitar 1,000–1,500 barrels a day. Dengan pengaturan baru, produksi disebut berpeluang meningkat lebih dari sepuluh kali lipat dalam 10 tahun. Assam saat ini menyumbang sekitar 14 percent produksi minyak mentah India dan sekitar 10 percent produksi gas alamnya, sehingga tambahan pasokan dinilai akan memperkuat kemandirian energi domestik.
6-17
6-17
Pejabat India peringatkan pasokan LPG masih ketat meski gencatan senjata AS-Iran diumumkan
Seorang pejabat pemerintah India memperingatkan bahwa ketidakpastian ketersediaan liquefied petroleum gas (LPG) kemungkinan masih berlanjut meski AS dan Iran mengumumkan gencatan senjata dan menjanjikan Selat Hormuz akan segera dibuka. Ia menilai harga minyak mentah berpeluang turun, namun pasokan gas tetap menjadi tantangan karena belum jelas tingkat kerusakan di lokasi produksi LPG di negara-negara Teluk, terutama Qatar. Karena itu, ada kekhawatiran harga LPG tidak akan cepat turun seperti minyak. Sejak konflik dimulai pada 28 Februari, harga LPG rumah tangga di India telah naik total Rs 89 dan tabung LPG komersial naik dari Rs 1,884 pada Maret 2026 menjadi sekitar Rs 3,100 per tabung.
6-17