user-avatar
Moneycontrol

GIFT Nifty mengindikasikan pembukaan melemah saat bursa AS dan Asia turun

Ringkasan Pasar AI
Serangan udara AS terhadap Iran dan sanksi yang diperbarui setelah serangan terhadap kapal di Selat Hormuz meningkatkan premi risiko geopolitik, mendorong Brent dan WTI naik ~2% akibat kekhawatiran gangguan pasokan. Aset berisiko melemah seiring meningkatnya ketidakpastian energi: saham AS turun secara luas, dipimpin oleh sektor teknologi/chip, sementara indeks acuan India melemah dengan sektor energi, logam, dan properti berada di bawah tekanan meski sektor TI menguat. Fokus jangka dekat adalah pada risiko eskalasi di Timur Tengah dan dampaknya terhadap inflasi serta selera risiko.
Level dampak
● Tinggi
Aset terdampak
NCCO1OILBRENT2USD/USDT-0.35%
Wawasan AI · NCCO1OILBRENT2USD/USDTWawasan AI
▼ Bearish
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Amerika Serikat melancarkan serangan udara ke Iran dan kembali memberlakukan sanksi penjualan minyak mentah sebagai respons atas serangan Iran terhadap tiga kapal dagang di Selat Hormuz. Brent naik 1,9% ke $75.54 per barel dan WTI naik 1,9% ke $71.81 per barel. Di Wall Street, S&P 500 turun 0.45%, Nasdaq turun 1.16%, dan Dow turun 0.25%. Di India, Nifty dan Sensex turun tipis; sektor IT menguat, sementara properti, metal, dan energi tertekan.