Larangan CBDC AS hingga 2031 Diperkirakan Tetap Berlaku Meski Trump Tahan Tanda Tangan
Ringkasan Pasar AI
Larangan legislatif AS terhadap CBDC Federal Reserve hingga 2031 diperkirakan akan berlaku bahkan tanpa tanda tangan Trump, sehingga menurunkan probabilitas jangka pendek dari dolar digital yang didukung negara. Hal ini konstruktif bagi narasi adopsi kripto tanpa izin (permissionless) dan dapat meredakan kekhawatiran terkait persaingan serta overhang kebijakan bagi aset kripto utama. Namun, perselisihan politik AS yang berkelanjutan dan legislasi aset digital paralel (mis., CLARITY Act) menjaga ketidakpastian regulasi tetap tinggi.
Level dampak
● Sedang
Aset terdampak
BTC/USDT+1.24%
Wawasan AI · BTC/USDTWawasan AI
▲ Bullish
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Presiden Donald Trump menyatakan tidak akan menandatangani RUU perumahan 21st Century ROAD to Housing Act sampai Senat memproses RUU terpisah, Save America Act. Meski begitu, paket perumahan tersebut—yang memuat larangan penerbitan mata uang digital bank sentral AS (CBDC) hingga 2031—diperkirakan tetap akan menjadi undang-undang.
Dalam unggahan di Truth Social, Trump menautkan penundaan itu pada belum majunya Save America Act, rancangan yang didukung Partai Republik dan mewajibkan identitas berfoto untuk pemungutan suara federal. Trump telah berulang kali menekan parlemen agar meloloskan RUU tersebut dan sebelumnya juga sempat menunda penandatanganan paket perumahan dengan alasan serupa.
RUU perumahan itu telah disahkan Kongres dan dikirim ke Gedung Putih bulan lalu. Gedung Putih menyebut presiden tidak berniat memveto. Karena Kongres masih bersidang, aturan itu diperkirakan otomatis berlaku setelah masa peninjauan konstitusional berakhir—berbeda dengan pocket veto yang, pada kondisi waktu tertentu, dapat menggagalkan legislasi secara permanen.
Sorotan pelaku kripto tertuju pada satu ketentuan yang melarang Federal Reserve menerbitkan CBDC AS hingga 2031. Pembatasan ini sejalan dengan sikap pemerintahan sebelumnya, ketika Trump menandatangani perintah eksekutif yang mengarahkan lembaga federal untuk tidak mengambil langkah menuju pembentukan CBDC AS. Bagi industri kripto, larangan tersebut dinilai sebagai penundaan signifikan atas kemungkinan hadirnya mata uang digital bank sentral AS dalam waktu dekat.
Di ranah politik, Senator Demokrat Elizabeth Warren mengkritik langkah Trump di X (sebelumnya Twitter), menilai penolakannya menunda RUU perumahan besar yang ditujukan untuk mengatasi isu keterjangkauan. Warren juga menegaskan legislasi itu akan tetap menjadi undang-undang meski tanpa tanda tangan presiden.
Sementara itu, perdebatan kebijakan kripto di Capitol Hill berlanjut. Warren dan sejumlah Demokrat mendorong digelarnya dengar pendapat terkait kepemilikan aset kripto presiden. Senat juga mempertimbangkan CLARITY Act, rancangan terpisah untuk membentuk kerangka regulasi aset digital.
Kesimpulannya, RUU perumahan yang memuat larangan sementara CBDC federal AS tampaknya akan tetap berlaku tanpa tanda tangan Trump. Pertarungan politik seputar Save America Act serta agenda legislasi kripto menunjukkan tarik-menarik di Washington terkait aturan pemilu dan kebijakan aset digital masih jauh dari selesai.