Bea masuk UE: impor paket kecil dari China merosot 30%–40% setelah tarif €3 berlaku 1 Juli
Ringkasan Pasar AI
Bea masuk baru Uni Eropa sebesar €3 secara flat untuk paket ≤150 sudah memangkas volume paket kecil dari China ke Uni Eropa sebesar 30–40%, dengan penurunan penjualan yang dilaporkan di Temu dan AliExpress. Kebijakan ini menggeser ekonomi e-commerce lintas batas, menguntungkan pergudangan terlokalisasi (misalnya, Polandia), dan meningkatkan friksi regulasi yang terkait dengan penegakan keselamatan produk menjelang perombakan bea cukai yang lebih luas pada 2028. Dalam jangka dekat, hal ini meningkatkan ketidakpastian margin dan volume bagi nama-nama konsumen yang terekspos ke China.
Level dampak
● Sedang
Aset terdampak
NCSKPOPMART2USD/USDT+1.49%
Wawasan AI · NCSKPOPMART2USD/USDTWawasan AI
● Netral
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Mulai 1 Juli, Uni Eropa mengenakan bea masuk tetap €3 per kategori produk untuk paket impor bernilai ≤150 euro, yang memicu penurunan impor paket kecil dari China sebesar 30%–40%. Di antara platform yang terdampak, volume penjualan Temu turun 50% dan AliExpress turun 37%, sementara Shein hanya turun 15% karena berencana membuka gudang di Polandia pada akhir 2025 untuk mengurangi beban pajak. Pada 2025, UE mengimpor 5,9 miliar barang bernilai rendah dan lebih dari 60% produk bernilai rendah yang diperiksa tidak memenuhi persyaratan atau standar keselamatan Eropa, menurut survei UE. Kebijakan ini juga disiapkan untuk mendukung reformasi sistem bea cukai UE pada 2028.