Kritikus: Soft fork BIP110 bisa merusak self-custody dan membuat BTC pengguna tak dapat dibelanjakan
Ringkasan Pasar AI
Perdebatan mengenai soft fork BIP110 yang diusulkan untuk Bitcoin menyoroti potensi perubahan aturan konsensus yang dapat membatalkan sejumlah fitur scripting Taproot (misalnya, OP_IF/Miniscript) dan melarang output P2PK baru. Para pengkritik berargumen pengguna masih dapat mengirim BTC ke alamat yang kini tidak kompatibel, sehingga dana menjadi tidak dapat dibelanjakan secara permanen, yang melemahkan keandalan self-custody. Dengan dukungan penambang/node yang tipis dan jalur aktivasi paksa yang menargetkan Agustus 2026, proposal tersebut menambah risiko tata kelola dan operasional jangka menengah bagi BTC.
Level dampak
● Sedang
Aset terdampak
BTC/USDT-1.12%
Wawasan AI · BTC/USDTWawasan AI
▼ Bearish
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Perdebatan soal soft fork BIP110 memanas setelah para pengkritik menilai upgrade ini dapat merusak sejumlah dompet dan membuat sebagian BTC menjadi permanen tidak dapat dibelanjakan jika diaktifkan, menurut penasihat investasi kripto Farside Investors. Mereka mengatakan BIP110 akan melarang sejumlah fitur skrip Taproot, termasuk OP_IF yang digunakan Miniscript, sehingga pengguna masih bisa mengirim ke alamat berbasis skrip yang kini dilarang tetapi dana kemudian tidak bisa dibelanjakan. Farside juga menyoroti larangan pembuatan output pay-to-public-key (P2PK) baru serta risiko pembekuan sementara dan potensi pencurian pada output P2PK lama, sambil mencatat lebih dari 1.7 million BTC tersimpan di alamat P2PK. Proposal ini dapat aktif jika 55% penambang memberi sinyal dukungan, atau lewat proses wajib mulai blok 961,632 yang diperkirakan tercapai pada August 2026, sementara dukungan penambang dan node disebut masih tipis.