SecondFi Akan Hentikan Layanan Dompet Usai Pencurian 16,1 Juta ADA Senilai US$2,6 Juta
Ringkasan Pasar AI
SecondFi akan menghentikan layanan dompet SecondFi dan Yoroi setelah sebuah cacat kriptografi menyebabkan pencurian ~16.1M ADA (~$2.6M) di 374 dompet. Insiden ini meningkatkan kekhawatiran risiko pihak lawan dan operasional dalam jangka dekat bagi pengguna Cardano, dengan potensi dampak limpahan kepercayaan ke dompet dan dApps dalam ekosistem. Alat pemulihan berbasis zk-proof dan fitur ekspor dompet sedang dalam pengembangan, tetapi belum ada rencana kompensasi yang diumumkan.
Level dampak
● Sedang
Aset terdampak
ADA/USDT-1.09%
Wawasan AI · ADA/USDTWawasan AI
▼ Bearish
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Menurut laporan Odaily Planet Daily, dompet di ekosistem Cardano, SecondFi, mengungkapkan bahwa sekitar 16,1 juta ADA (sekitar US$2,6 juta) dicuri akibat celah kriptografi pada perangkat lunak dompetnya. Perusahaan menyatakan akan menghentikan layanan dompet SecondFi dan Yoroi secara bertahap.
Insiden ini berdampak pada 374 dompet. SecondFi menyebut investigasi independen oleh firma intelijen blockchain Groom Lake menilai pelaku merupakan aktor eksternal yang sangat canggih. Groom Lake juga menemukan sejumlah indikator yang berpotensi terkait dengan Lazarus Group dari Korea Utara, meski atribusi tersebut belum dapat dipastikan.
Untuk membantu pengguna terdampak memulihkan aset, SecondFi sedang mengembangkan alat pemulihan berbasis zeroknowledge proof agar proses klaim dapat dilakukan dengan meminimalkan informasi yang perlu dibagikan. Alat ini masih dalam tahap pengujian dan akan menjalani audit pihak ketiga sebelum rilis yang direncanakan pada Agustus.
SecondFi juga menyiapkan fitur ekspor dompet agar pengguna bisa memigrasikan aset ke layanan lain. Hingga kini, perusahaan belum mengumumkan rencana kompensasi langsung dan belum mengungkapkan apakah akan menggunakan dana internal untuk mengganti kerugian pengguna.