user-avatar
Times of India

Wall Street melemah saat Brent tembus $101.18 per barel; Dow Jones turun 389.86 poin, Nasdaq turun 185.765 poin

Ringkasan Pasar AI
Lonjakan minyak mentah Brent di atas $100 akibat meningkatnya konflik AS–Iran dan terganggunya arus di Hormuz memperketat prospek inflasi dan menekan ekuitas AS secara luas. Biaya bensin dan diesel yang lebih tinggi menambah tekanan harga yang sudah sulit mereda menjelang rilis PPI/CPI, sehingga meningkatkan peluang kenaikan suku bunga The Fed yang tersirat oleh pasar. Saham energi berkinerja lebih baik, namun dorongan makro bersifat risk-off karena harga energi yang lebih tinggi mengancam margin dan konsumsi riil.
Level dampak
● Tinggi
Aset terdampak
NCCO1OILBRENT2USD/USDT+1.79%
Wawasan AI · NCCO1OILBRENT2USD/USDTWawasan AI
▼ Bearish
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Ketegangan AS-Iran memicu kekhawatiran pasokan dan mengangkat Brent crude 3.3% ke $101.18 per barel, menembus $100 untuk pertama kalinya sejak Juli. Kenaikan minyak menekan tiga indeks utama AS, dengan Dow Jones Industrial Average turun 389.86 poin sementara S&P 500 turun 37.04 poin dan Nasdaq turun 185.765 poin. Saham energi berbalik menguat, dipimpin Exxon Mobil yang naik 1.9% dan Chevron yang naik 1.6%. Harga bensin AS kini sekitar 32% lebih tinggi dibanding setahun lalu, menjadi $4.22 per galon.