Perang Trump membuat pasar minyak sulit ditebak meski Brent turun ke $US73 per barel
Ringkasan Pasar AI
Setelah gencatan senjata AS-Iran selama 60 hari, Brent turun dari mendekati $120 ke ~$73 karena pelayaran di Hormuz sebagian besar kembali normal dan barel yang terjebak kembali masuk ke pasar. Namun, risiko yang masih tersisa mencakup ranjau yang belum dibersihkan, potensi pungutan transit Iran, dan biaya asuransi yang tetap tinggi, yang mengisyaratkan adanya premi risiko geopolitik yang tertanam. Dengan persediaan strategis dan persediaan kilang yang menyusut serta impor China yang turun tajam, kelegaan pasokan jangka dekat berdampingan dengan kerapuhan jangka panjang.
Level dampak
● Tinggi
Aset terdampak
NCCO1OILBRENT2USD/USDT-2.36%
Wawasan AI · NCCO1OILBRENT2USD/USDTWawasan AI
● Netral
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Setelah AS dan Iran menyepakati gencatan senjata 60 hari di Timur Tengah, Brent turun dari puncak perang mendekati $US120 per barel ke sekitar $US73 per barel, dan pelayaran di Selat Hormuz nyaris kembali normal. Namun ranjau laut yang dipasang Iran belum dibersihkan, Iran dapat mengenakan biaya bagi kapal yang melintas, dan premi asuransi tetap tinggi di kisaran 3–8%. Di saat yang sama, persediaan kilang dan cadangan strategis global banyak terkuras, sementara impor minyak China pada Mei anjlok sekitar 40% dari rata-rata bulanan 2025, menurut Bloomberg. Kombinasi faktor itu membuat pasar menghadapi lonjakan pasokan jangka pendek sekaligus premi risiko jangka panjang.