Perang Trump membuat pasar minyak sulit ditebak meski Brent turun ke $US73 per barel
Setelah AS dan Iran menyepakati gencatan senjata 60 hari di Timur Tengah, Brent turun dari puncak perang mendekati $US120 per barel ke sekitar $US73 per barel, dan pelayaran di Selat Hormuz nyaris kembali normal. Namun ranjau laut yang dipasang Iran belum dibersihkan, Iran dapat mengenakan biaya bagi kapal yang melintas, dan premi asuransi tetap tinggi di kisaran 3–8%. Di saat yang sama, persediaan kilang dan cadangan strategis global banyak terkuras, sementara impor minyak China pada Mei anjlok sekitar 40% dari rata-rata bulanan 2025, menurut Bloomberg. Kombinasi faktor itu membuat pasar menghadapi lonjakan pasokan jangka pendek sekaligus premi risiko jangka panjang.