Saham Polycab turun 3,96% ke Rs 8.850 meski laba kuartal I melampaui perkiraan; Jefferies dan HSBC tetap Buy

Ringkasan Pasar AI
Kinerja Q1 Polycab yang melampaui ekspektasi pada pendapatan dan EBITDA tertahan oleh kompresi margin dan kelanjutan penurunan saham, meskipun Jefferies dan HSBC menegaskan kembali peringkat Buy. Inti pembacaannya adalah sensitivitas terhadap biaya input: kedua broker menandai volatilitas tembaga dan aluminium sebagai risiko utama terhadap profitabilitas, sehingga fokus jangka dekat tetap pada kemampuan meneruskan kenaikan harga komoditas dan keberlanjutan margin, bukan pada pertumbuhan headline.
Level dampak
● Rendah
Aset terdampak
NCCO724COPPER2USD/USDT+2.91%
Wawasan AI · NCCO724COPPER2USD/USDTWawasan AI
● Netral
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Polycab India membukukan kinerja kuartal I yang melampaui perkiraan, dengan pendapatan naik 39% secara tahunan menjadi Rs 8,209 crore dan EBITDA meningkat 32,5% menjadi Rs 1,136 crore. Namun, margin EBITDA menyempit 70 basis poin menjadi 13,8%. Meski Jefferies dan HSBC mempertahankan rekomendasi “Buy”, saham Polycab turun selama tiga sesi beruntun; pada sesi tersebut saham turun 3,96% dan menjadi penurun terbesar di NSE Midcap 50. Kedua lembaga menilai volatilitas harga tembaga dan aluminium sebagai risiko utama.