user-avatar
Barchart

Kekhawatiran cuaca global dan permintaan China dorong harga jagung, kedelai, dan gandum melonjak

Ringkasan Pasar AI
Kontrak berjangka biji-bijian AS melonjak seiring meningkatnya risiko panas/kekeringan di Midwest AS dan Eropa, konfirmasi pembelian kedelai oleh Tiongkok, serta meningkatnya kekhawatiran gangguan pengapalan di Laut Hitam. Penyesuaian neraca terbaru USDA (carryover jagung musim lama yang lebih rendah dan produksi gandum yang sedikit berkurang) memperkuat narasi pasokan yang lebih ketat. Sensitivitas pasar dalam jangka dekat diperkirakan tetap tinggi terhadap prakiraan cuaca, berita utama ekspor, dan perkembangan geopolitik yang memengaruhi arus biji-bijian global.
Level dampak
● Sedang
Aset terdampak
NCCOWHEAT2USD/USDT-1.13%
Wawasan AI · NCCOWHEAT2USD/USDTWawasan AI
▲ Bullish
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Kontrak berjangka jagung, kedelai, dan gandum AS menguat tajam, dengan Desember jagung naik 9 sen ke $4.61, November kedelai naik 9 1/4 sen ke $11.90 3/4, dan gandum September—SRW dan HRW—masing-masing naik 20 1/2 sen ke $6.40 1/4 dan 22 sen ke $6.76 1/4, keduanya menyentuh level tertinggi enam pekan. Kenaikan ditopang cuaca yang lebih panas dan kering di Midwest AS serta gelombang panas di Eropa, sekaligus meningkatnya kekhawatiran pasokan di kawasan tersebut. Pasar kedelai juga terdorong setelah penjualan harian 264,000 MT kedelai AS ke China pada 2026/27 dilaporkan USDA. Ketegangan geopolitik di sekitar Laut Hitam dan penyesuaian estimasi USDA pada laporan bulanan turut menambah sentimen penguatan harga.