user-avatar
SMH.com.au

Futures ASX mengarah turun, Wall Street melemah; NAB catat laba kuartalan $1.9 miliar

Ringkasan Pasar AI
Selera risiko beragam: saham AS turun dari level tertinggi sepanjang masa setelah data belanja ritel yang lebih lemah memicu kekhawatiran pertumbuhan, meskipun hal itu dapat meredakan tekanan inflasi dan menahan pengetatan The Fed. Volatilitas minyak dan lonjakan Brent akibat ketidakpastian pengiriman terkait perang Iran menambah kembali faktor tak terduga bagi inflasi dan suku bunga. Di Australia, futures ASX mengarah lebih rendah meskipun laba kuartalan NAB lebih kuat, menyoroti ketidakpastian makro dibandingkan kekuatan laba yang bersifat idiosinkratik.
Level dampak
● Sedang
Aset terdampak
NCCO1OILBRENT2USD/USDT+0.74%
Wawasan AI · NCCO1OILBRENT2USD/USDTWawasan AI
● Netral
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
National Australia Bank (NAB) melaporkan laba belum diaudit sebesar $1.9 miliar untuk kuartal Juni, naik 32% dibanding rata-rata paruh tahun hingga Maret, seiring meredanya dampak negatif perubahan akuntansi. CEO NAB Andrew Irvine mengatakan suku bunga tinggi, perubahan pajak perumahan pemerintah, dan dampak perang di Iran menciptakan “tantangan dan ketidakpastian” bagi nasabah, sementara belanja yang melandai berpotensi meredakan tekanan inflasi. Dari sisi pasar, kontrak berjangka ASX 200 mengindikasikan pembukaan melemah, sejalan dengan penurunan indeks utama Wall Street semalam.