OCC Beri Persetujuan Bersyarat untuk Bank Trust Stablecoin USD1 yang Terkait dengan Entitas Afiliasi Trump

Ringkasan Pasar AI
Persetujuan bersyarat dan pendahuluan dari OCC terhadap sebuah bank trust nasional yang terkait dengan World Liberty Financial untuk menerbitkan dan mengelola stablecoin USD1 menandakan keterbukaan regulasi yang bertahap terhadap dolar yang ditokenisasi dalam perimeter perbankan A.S. Meski persetujuan final masih tertunda, langkah ini mendukung narasi yang lebih luas tentang penerbitan stablecoin berstandar institusional, kustodi, dan pengawasan cadangan, yang berpotensi meningkatkan kepercayaan terhadap infrastruktur kripto yang patuh dan jalur likuiditas.
Level dampak
● Sedang
Aset terdampak
BTC/USDT+0.25%
Wawasan AI · BTC/USDTWawasan AI
▲ Bullish
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Kantor Pengawas Mata Uang AS (Office of the Comptroller of the Currency/OCC) memberikan persetujuan awal bersyarat atas rencana pembentukan bank trust nasional yang terkait dengan World Liberty Financial, sebuah usaha kripto yang sebagian dimiliki oleh entitas yang berafiliasi dengan mantan Presiden Donald J. Trump dan sejumlah anggota keluarganya. Dalam surat OCC yang diunggah pada Jumat di situs resminya, regulator membuka jalan bagi pendirian World Liberty Trust Company, National Association, sebuah national trust bank yang akan berbasis di Bay Harbor Islands, Florida. Fokus kegiatan yang diajukan mencakup penerbitan dan pengelolaan stablecoin USD1: menerbitkan dan menebus USD1, menjaga cadangan untuk menopang token, serta menyediakan layanan kustodian aset digital dan layanan terkait bagi klien institusional. World Liberty Financial menyatakan 38% kepemilikannya berada pada "entitas yang berafiliasi dengan Donald J. Trump dan anggota tertentu keluarganya". Zach Witkoff—presiden dan ketua bank trust yang diusulkan sekaligus salah satu pendiri serta CEO World Liberty Financial—menyebut keputusan OCC sebagai "tonggak penting". Ia mengatakan bank tersebut akan "menyatukan penerbitan USD1, kustodian, dan pengelolaan cadangan di bawah pengawasan OCC", serta menuliskan ambisi di X: "membangun dolar digital paling tepercaya dan paling luas digunakan di dunia, sembari memperkuat peran dolar AS di seluruh perekonomian global." Jajaran pimpinan perusahaan juga mencakup Eric Trump yang baru ditunjuk sebagai direktur dewan ALT5, serta Donald Trump Jr. yang tercantum sebagai pengamat dewan ALT5. Witkoff adalah putra Steve Witkoff, yang menjabat sebagai utusan khusus AS. OCC menegaskan persetujuan ini bersifat pendahuluan dan bersyarat. World Liberty Trust belum dapat memulai operasi sebelum memenuhi serangkaian persyaratan tambahan dan memperoleh persetujuan final dari OCC. Dalam suratnya, OCC juga menanggapi keberatan publik di sejumlah isu, termasuk potensi konflik kepentingan yang terkait keluarga Trump, investasi asing, kerangka pengaturan stablecoin, pertanyaan soal perlindungan asuransi FDIC, serta kekhawatiran adanya perlakuan istimewa regulator. OCC menyatakan staf kariernya menilai permohonan berdasarkan standar perundang-undangan, regulasi, dan kebijakan yang berlaku, serta menolak keberatan tersebut sebagai dasar penolakan. Pembentukan bank trust berizin nasional yang berfokus pada stablecoin yang dipatok ke dolar berpotensi menjadi ujian berprofil tinggi atas bagaimana piagam perbankan tradisional beririsan dengan pasar "tokenized dollar" yang tengah tumbuh. OCC mencatat bank de novo dapat mendorong inovasi dan kompetisi, mengindikasikan regulator memandang pendatang baru sebagai bagian dari sistem perbankan modern yang sehat. Selanjutnya, World Liberty Trust wajib memenuhi seluruh ketentuan bersyarat OCC sebelum dapat dibuka dan beroperasi. Proses menuju persetujuan final ini diperkirakan akan terus menjadi sorotan pelaku industri, pembuat kebijakan, dan pasar kripto. (Kontribusi pelaporan: Reuters.)