Saham Asia menguat setelah data inflasi AS menurunkan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada September
Ringkasan Pasar AI
CPI AS AS Juli yang jinak meredakan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada September (peluang FedWatch turun menjadi 34%), menekan imbal hasil AS lebih rendah dan mengangkat sentimen risiko di seluruh Asia serta futures ekuitas global. Pergeseran ini mendukung rebound jangka dekat pada indeks ekuitas dan penempatan yang sensitif terhadap pertumbuhan, sekaligus juga sedikit membebani dolar dan menekan emas. Minyak melemah karena kekhawatiran permintaan mendominasi meski kebisingan geopolitik yang tersisa masih berlanjut.
Level dampak
● Tinggi
Aset terdampak
NCSISP5002USD/USDT+0.43%
Wawasan AI · NCSISP5002USD/USDTWawasan AI
▲ Bullish
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Indeks harga konsumen AS pada Juli naik 0,1% secara bulanan, sesuai perkiraan, sehingga meredakan taruhan pasar atas kenaikan suku bunga The Fed pada September. Peluang kenaikan suku bunga turun menjadi 34% dari 55%. Sentimen itu mendorong penguatan bursa Asia-Pasifik pada Kamis, dengan MSCI Asia-Pasifik naik 1,08% dan Kospi melonjak 3,78%, sementara Nikkei 225 naik 1,67%. Kontrak berjangka indeks saham AS dan Eropa bergerak menguat tipis, sementara minyak melemah dan imbal hasil US Treasury 10 tahun turun ke 4,678%.