Sekitar 80 juta barel minyak tertahan di Hormuz saat pelonggaran AS–Iran memicu kebangkitan pengapalan

Sekitar 80 juta barel minyak mentah tertahan di pintu masuk Teluk Persia dan menunggu melintasi Selat Hormuz untuk keluar. Saat ini 40 kapal pengangkut minyak mentah berukuran sangat besar (VLCC) bersiap di dalam teluk, sementara 21 VLCC lainnya berlayar menuju Asia dan sebagian sudah mendekati selat. Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC) memberi tahu pelanggan agar kembali melanjutkan pengambilan muatan. Jika selat dibuka sepenuhnya, minyak yang menumpuk berpotensi cepat masuk ke pasar global dan dapat meredakan ketatnya pasokan serta menekan volatilitas harga minyak.