Bitcoin Menguat Usai Data Tenaga Kerja AS Melemah, Pasar Antisipasi Pelonggaran The Fed

Ringkasan Pasar AI
Laporan pekerjaan AS bulan Juni yang lebih lemah dari perkiraan (57 ribu payroll; bulan-bulan sebelumnya direvisi turun 74 ribu) mendorong imbal hasil Treasury dan dolar lebih rendah, meningkatkan penetapan harga pasar untuk pelonggaran The Fed pada akhir tahun ini. Pergeseran kondisi suku bunga dan FX tersebut memperbaiki latar belakang makro bagi aset berisiko yang sensitif terhadap likuiditas, sehingga mendukung kripto secara luas. Fokus jangka pendek beralih ke rilis inflasi mendatang (CPI, PCE) yang dapat memvalidasi atau menantang ekspektasi pelonggaran.
Level dampak
● Tinggi
Aset terdampak
BTC/USDT+3.29%
Wawasan AI · BTC/USDTWawasan AI
▲ Bullish
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Bitcoin menguat pada Kamis setelah laporan ketenagakerjaan AS yang lebih lemah dari perkiraan memperkuat ekspektasi pasar bahwa Federal Reserve berpeluang mulai menurunkan suku bunga pada paruh kedua tahun ini. Prospek pelonggaran kebijakan dinilai positif bagi aset yang sensitif terhadap likuiditas, termasuk kripto. Data ketenagakerjaan Juni menunjukkan pasar tenaga kerja AS tetap mendingin tanpa indikasi pelemahan tajam. Setelah rilis data, imbal hasil obligasi pemerintah AS dan nilai tukar dolar melemah. Pelaku pasar juga meningkatkan taruhan pada pelonggaran moneter, menciptakan sentimen pendukung bagi aset digital. Menurut Bureau of Labor Statistics, ekonomi AS menambah 57.000 pekerjaan nonfarm pada Juni, turun dari 129.000 pada Mei (angka telah direvisi). Tingkat pengangguran turun tipis menjadi 4,2% dari 4,3%. Upah rata-rata per jam naik 0,3% secara bulanan dan 3,5% dibanding setahun sebelumnya. Laporan yang sama merevisi turun data payroll April dan Mei dengan total 74.000 pekerjaan, menandakan perekrutan sebelumnya lebih lemah dari estimasi awal. Tingkat partisipasi angkatan kerja turun ke 61,5% dari 61,8%, mengindikasikan lebih sedikit warga AS yang bekerja atau aktif mencari pekerjaan. Kenaikan lapangan kerja terkonsentrasi pada sektor jasa profesional dan bisnis, layanan kesehatan, serta bantuan sosial. Sektor leisure dan hospitality justru kehilangan 61.000 pekerjaan, mencerminkan perekrutan musiman yang lebih lemah dari biasanya. Pasar keuangan menilai data ini konsisten dengan jalur kebijakan moneter yang tidak terlalu ketat. Bitcoin dan Ether bergerak naik setelah rilis, seiring sebagian investor kembali ke aset berisiko. Di sisi lain, imbal hasil Treasury AS turun, termasuk tenor 2 tahun yang sensitif terhadap kebijakan serta obligasi acuan 10 tahun. U.S. Dollar Index juga melemah saat pelaku pasar menilai ulang prospek suku bunga. Data ini memperkuat keyakinan bahwa The Fed dapat mulai melonggarkan kebijakan bila rilis inflasi berikutnya terus menunjukkan moderasi. Suku bunga yang lebih rendah biasanya memperbaiki kondisi keuangan lewat biaya pinjaman yang turun dan dukungan terhadap likuiditas—latar yang secara historis menguntungkan kripto dan aset berisiko lainnya. Meski laporan pekerjaan saja kecil kemungkinannya menjadi penentu tunggal keputusan kebijakan berikutnya, data tersebut menambah bukti bahwa momentum pasar tenaga kerja perlahan mereda, bukan memanas. Perhatian pasar kini beralih ke rilis inflasi, termasuk Consumer Price Index dan Personal Consumption Expenditures, sebagai katalis utama untuk menilai waktu penurunan suku bunga pertama. Ringkasnya, AS menambah 57.000 pekerjaan pada Juni, sementara data April dan Mei direvisi turun total 74.000. Bitcoin naik seiring turunnya imbal hasil Treasury dan melemahnya dolar AS, memperkuat ekspektasi bahwa The Fed kian dekat memangkas suku bunga jika inflasi terus mereda.