XRP Anjlok Lebih dari 8% Usai Senat Gagalkan Pemungutan Suara RUU CLARITY

Ringkasan Pasar AI
XRP merosot lebih dari 8% setelah Senat memblokir cloture untuk melanjutkan H.R. 3633, menghapus jalur jangka pendek menuju kerangka federal untuk struktur pasar dan membebani selera risiko kripto secara luas di tengah likuidasi posisi long berleverage. Ripple berargumen bahwa landasan regulasi XRP tetap didukung oleh interpretasi SEC/CFTC pada Maret yang memperlakukannya sebagai komoditas digital, tetapi kemunduran ini meningkatkan ketidakpastian terkait waktu dan ketahanan aturan AS yang lebih jelas meskipun terdapat arus masuk ETF spot XRP AS yang besar.
Level dampak
● Tinggi
Aset terdampak
XRP/USDT-0.08%
Wawasan AI · XRP/USDTWawasan AI
▼ Bearish
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
XRP turun lebih dari 8% setelah Senat memblokir langkah penting pembahasan rancangan undang-undang kripto, menyusutkan peluang jangka pendek menuju kerangka "market structure" tingkat federal. Pemungutan suara tercatat 49-50 dan gagal memenuhi "cloture" untuk melanjutkan pembahasan atas motion to proceed terhadap H.R. 3633. Data CryptoSlate menunjukkan XRP sempat merosot hingga US$1,27 sebelum memangkas pelemahan ke sekitar US$1,29 pada saat publikasi. Penurunan ini terjadi dari kisaran US$1,42 pada 14 September. Tekanan jual juga sejalan dengan pelemahan di kripto utama lain serta likuidasi posisi long berleverage. CEO Ripple Brad Garlinghouse menyebut hasil pemungutan suara tersebut "menyakitkan", tetapi menegaskan tidak mengubah arah bisnis Ripple. Ia menyoroti permintaan yang tetap ada dari sektor keuangan tradisional maupun industri aset digital, dan mengatakan momentum, jejak global, serta basis pelanggan Ripple tidak berubah. Chief Legal Officer Ripple Stuart Alderoty menilai posisi regulasi XRP tetap solid meski ada kemunduran di Senat. Ia merujuk pada langkah pada bulan Maret oleh Securities and Exchange Commission (SEC) dan Commodity Futures Trading Commission (CFTC). Menurutnya, XRP berada di "settled ground". Pada Maret, SEC mengeluarkan interpretasi tingkat komisi terkait penerapan undang-undang sekuritas federal pada beberapa kategori aset kripto. CFTC menyatakan akan menjalankan Commodity Exchange Act secara konsisten dengan kerangka tersebut. Dalam interpretasi itu, XRP termasuk di antara 18 aset yang diklasifikasikan sebagai komoditas digital berdasarkan karakteristik, ketentuan, dan fungsinya pada saat penilaian. Status tersebut tetap berlaku setelah pemungutan suara Senat gagal. Ripple menyebut perlakuan itu memberi keunggulan ketika banyak pelaku industri aset digital masih beroperasi tanpa struktur pasar yang komprehensif dalam undang-undang. Interpretasi Maret itu menafsirkan hukum yang ada, memberi ruang bagi SEC untuk menyempurnakan atau merevisi pendekatan, dan tetap mempertahankan analisis spesifik transaksi berdasarkan uji Howey. Artinya, komoditas digital yang bukan sekuritas tetap bisa ditawarkan atau dijual sebagai bagian dari kontrak investasi yang tunduk pada hukum sekuritas. Perusahaan memperkirakan Ketua SEC Paul Atkins dan Ketua CFTC Mike Selig akan berperan lebih besar dalam penyusunan aturan kripto. Ripple menyatakan akan tetap berinteraksi dengan kedua lembaga seiring proses berjalan dan berharap perlakuan XRP sebagai komoditas digital tetap bertahan dalam perumusan aturan berikutnya. Kedua lembaga dapat memperjelas penerapan aturan yang ada untuk perdagangan, kustodi, dan aktivitas kripto lainnya, tetapi pembagian kewenangan yang lebih luas antara SEC dan CFTC tetap membutuhkan tindakan Kongres. Ripple mengatakan permintaan tetap kuat di pembayaran, stablecoin, dan pasar institusional. Perusahaan berencana melanjutkan ekspansi global sambil mendorong kejelasan aturan di AS. Di sisi pasar, ETF spot XRP di AS telah membukukan arus masuk bersih kumulatif sekitar US$1,71 miliar hingga 14 September, dengan aset bersih sekitar US$1,58 miliar. Dalam kategori ETF spot kripto single-asset utama di AS pada kumpulan data yang sama, XRP berada di bawah Bitcoin dan ETH, serta di atas Solana yang mencatat arus masuk kumulatif sekitar US$1,37 miliar. Ujian berikutnya adalah apakah permintaan tetap bertahan setelah hambatan di Senat, serta apakah lembaga keuangan dapat mengubah interpretasi Maret tersebut menjadi kerangka regulasi yang lebih tahan lama.