Wintermute: Kripto Pekan Ini Tampil Relatif Tangguh, tetapi Tren Naik Belum Terkonfirmasi
Ringkasan Pasar AI
Wintermute mencatat ketahanan relatif kripto setelah kejutan CPI yang lebih lemah mengurangi peluang kenaikan suku bunga pada Juli, memicu likuidasi posisi short dan reli singkat BTC/ETH sementara Nasdaq turun. ETF BTC spot AS mencatat arus masuk moderat yang mengakhiri rangkaian panjang arus keluar, tetapi volumenya masih terlalu kecil untuk mengonfirmasi pembalikan. Kenaikan tajam harga minyak akibat risiko Iran/geopolitik ditandai sebagai ancaman makro utama yang dapat merusak sentimen risiko.
Level dampak
● Sedang
Aset terdampak
BTC/USDT-1.68%
Wawasan AI · BTC/USDTWawasan AI
● Netral
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
BlockBeats melaporkan, Wintermute pada 22 Juli merilis analisis pasar yang menyoroti penurunan CPI AS sebesar 0,4% secara bulanan pada Juni, penurunan bulanan terbesar sejak April 2020. Inflasi keseluruhan turun dari 4,2% menjadi 3,5%, di bawah ekspektasi pasar 3,8%.
Pasar kini menilai kenaikan suku bunga The Fed pada Juli tidak akan terjadi. Di sisi lain, pengenaan kembali sanksi AS terhadap Iran serta dimulainya lagi blokade pelabuhan mendorong Brent naik 15,54% sepanjang pekan.
Pergerakan aset berisiko menunjukkan perbedaan arah: ETH naik 3,64%, BTC naik 1,46%, sedangkan indeks Nasdaq turun 4,16%. Setelah rilis CPI, Bitcoin sempat menguat dari kisaran US$62.000 ke US$64.900, sementara ETH melonjak 7% ke US$1.884. Lonjakan ini memicu likuidasi posisi short sekitar US$134 juta dalam satu jam.
ETF spot Bitcoin AS mencatat arus masuk bersih gabungan sekitar US$191 juta pada Selasa dan Rabu, memutus rangkaian arus keluar selama 10 hari. Meski demikian, angka tersebut masih jauh di bawah rekor arus keluar bersih US$4,5 miliar pada Juni dan belum cukup untuk mengonfirmasi pembalikan tren.
Wintermute menilai Bitcoin mampu mempertahankan penguatan pasca-rilis CPI meski saham-saham chip tertekan, mengindikasikan struktur pasar kripto mulai pulih, tetapi tren naik yang tegas belum terbentuk. Menurut Wintermute, sinyal pasar yang relatif kuat baru akan terkonfirmasi bila ETF mencatat arus masuk bersih selama satu pekan penuh dan Bitcoin bertahan di atas US$66.000 selama beberapa hari perdagangan berturut-turut. Penilaian ini dapat gugur jika Brent menembus US$90 atau Selat Hormuz resmi ditutup.