Hakim Washington Keluarkan Putusan Sela yang Membatasi Pasar Prediksi Kalshi

Ringkasan Pasar AI
Putusan sela (preliminary injunction) dari seorang hakim di Washington terhadap Kalshi memperuncing konflik pengawasan federal vs negara bagian untuk pasar prediksi yang diatur CFTC. Putusan tersebut mengindikasikan bahwa undang-undang negara bagian terkait perjudian dan perlindungan konsumen dapat berlaku meskipun ada pengawasan federal, sehingga meningkatkan ketidakpastian hukum dan kepatuhan bagi penyelenggara kontrak-peristiwa. Dalam jangka dekat, beban regulasi ini dapat menekan selera risiko di pasar kripto dan fintech terkait yang bergantung pada kerangka produk keuangan baru dan distribusi di AS.
Level dampak
● Sedang
Aset terdampak
BTC/USDT+1.79%
Wawasan AI · BTC/USDTWawasan AI
▼ Bearish
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Kalshi menyatakan akan mengajukan banding setelah seorang hakim di negara bagian Washington mengabulkan putusan sela (preliminary injunction) yang membatasi operasinya. Pengadilan menilai operator pasar prediksi yang diawasi CFTC itu kemungkinan melanggar undang-undang perjudian dan perlindungan konsumen Washington. Jaksa Agung Washington, Nick Brown, mengatakan Pengadilan Tinggi King County mengabulkan permohonan negara bagian karena Washington dinilai berpeluang besar memenangkan perkara terhadap Kalshi. Kantor Jaksa Agung menyebut pengadilan menemukan indikasi Kalshi melanggar Washington's Gambling Act dan Consumer Protection Act, serta menjalankan bisnis perjudian online ilegal di dalam negara bagian. Perintah injunksi final diperkirakan terbit pada 5 Agustus, setelah pertukaran dokumen tambahan terkait bentuk pemulihan (remedies) yang dianggap tepat. Dalam gugatan, Washington menyoroti bahwa platform Kalshi memungkinkan pengguna mempertaruhkan uang pada beragam peristiwa, mulai dari olahraga, pemilu, sidang dengar pendapat publik, wabah penyakit, hingga berbagai kejadian masa depan lainnya. Gugatan juga mengutip iklan Kalshi yang menyatakan pengguna dapat "bertaruh pada apa pun", serta menuduh perusahaan mempromosikan taruhan olahraga online di Washington meski ada pembatasan di tingkat negara bagian. Washington juga menilai model bisnis Kalshi memenuhi unsur perjudian ilegal menurut hukum setempat: pengguna memasang uang pada peristiwa kontinjensi di masa depan untuk peluang pembayaran, sementara Kalshi memperoleh biaya dari transaksi tersebut. Kalshi menolak kesimpulan pengadilan dan menegaskan negara bagian tidak berwenang mengatur pasar prediksi yang diawasi federal. Juru bicara Kalshi, Jacki McGavick, mengatakan negara bagian tidak memiliki yurisdiksi atas pasar prediksi dan mengklaim sejumlah pengadilan, termasuk Third Circuit, telah memperjelas hal itu. Kalshi juga menyatakan kecewa karena Washington terus "menghamburkan uang pembayar pajak". Perusahaan selama ini berargumen bahwa kontrak peristiwa (event contracts) yang diperdagangkan di platformnya diatur oleh Commodity Exchange Act dan berada dalam yurisdiksi eksklusif Commodity Futures Trading Commission (CFTC), bukan regulator perjudian di tiap negara bagian. Meski begitu, pada tahap awal ini pengadilan Washington menyimpulkan Commodity Exchange Act tidak serta-merta mengesampingkan (preempt) hukum perjudian Washington, sehingga perkara dapat berlanjut. Perselisihan ini tidak hanya terjadi di Washington. Sejumlah negara bagian lain juga menggugat kontrak peristiwa Kalshi, terutama untuk pasar yang terkait olahraga. Kalshi tetap berpendapat regulasi federal semestinya mengungguli aturan perjudian negara bagian yang bertentangan. Gugatan Washington mencerminkan perdebatan yang lebih luas: negara bagian menilai platform Kalshi beroperasi layaknya sportsbook tradisional meski produknya dipasarkan sebagai pasar prediksi, sedangkan Kalshi menegaskan produknya adalah kontrak keuangan yang diatur federal. Hasil banding berpotensi memengaruhi arah pengawasan pasar prediksi di Amerika Serikat, terutama seiring ekspansi sektor ini ke olahraga, politik, dan peristiwa dunia nyata lainnya. Ringkasan: Hakim di Washington mengabulkan putusan sela setelah menilai Kalshi kemungkinan melanggar hukum perjudian dan perlindungan konsumen negara bagian. Kalshi berencana banding dengan alasan pasar prediksi berada dalam regulasi federal eksklusif, bukan tunduk pada hukum perjudian negara bagian.