AS Kenakan Tarif Tambahan 10%–12,5% terhadap 60 Ekonomi

Ringkasan Pasar AI
USTR mengumumkan tarif Section 301 baru sebesar 10%–12,5% terhadap 60 ekonomi yang mencakup lebih dari 99% perdagangan AS, menggantikan rezim tarif global yang akan berakhir, dengan pengecualian terbatas (bahan bakar/makanan/pupuk, rezim spesifik industri, USMCA) dan ketentuan waktu untuk barang yang sedang dalam perjalanan. Langkah ini meningkatkan ketidakpastian kebijakan perdagangan dan risiko tekanan biaya rantai pasok, yang kemungkinan akan memperketat kondisi keuangan global serta mendukung posisi defensif pada FX dan aset yang sensitif terhadap suku bunga.
Level dampak
● Tinggi
Aset terdampak
NCSIDXY2USD/USDT+0.30%
Wawasan AI · NCSIDXY2USD/USDTWawasan AI
▼ Bearish
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Odaily Planet Daily melaporkan: Pada tanggal 23 waktu setempat, Perwakilan Dagang Amerika Serikat (USTR) mengumumkan bahwa, berdasarkan Section 301 Trade Act 1974, AS akan memberlakukan tarif tambahan sebesar 10% hingga 12,5% terhadap puluhan negara dan kawasan dengan alasan "kerja paksa". Kebijakan ini disebut menggantikan tarif impor global yang sebelumnya dijadwalkan berakhir. Tarif baru mulai berlaku pada 24 pukul 12.00 waktu Timur AS (24 pukul 12.00 waktu Beijing). USTR menyatakan, seiring berakhirnya tarif global 10%, tarif baru akan diterapkan terhadap 60 ekonomi yang mencakup lebih dari 99% volume perdagangan AS. Pejabat senior AS menambahkan, ketentuan untuk barang yang masih dalam perjalanan akan berlaku pada 28 Juli pukul 00.01 waktu Timur AS (28 Juli pukul 12.01 waktu Beijing). Sejumlah impor seperti bahan bakar, pangan, dan pupuk dikecualikan dari tarif baru. Produk yang sudah dikenai tarif khusus sektoral—misalnya otomotif, logam, dan farmasi—juga tidak termasuk. Barang yang tercakup dalam United States&Mexico&Canada Agreement (USMCA) turut dibebaskan. Pejabat AS menegaskan tarif baru tidak akan dikenakan secara kumulatif di atas bea masuk baja dan aluminium yang sudah ada, yakni tarif "Section 232" yang diberlakukan Trump tahun lalu dengan alasan keamanan nasional. (Jinshi)