Buyback Treasury AS Dinilai Bisa Dorong Bitcoin ke US$180.000, Kata Strategis
Ringkasan Pasar AI
Departemen Keuangan AS menggandakan batas operasi buyback untuk obligasi 10–30 tahun, mengisyaratkan dukungan likuiditas dalam waktu dekat dan potensi tekanan penurunan pada imbal hasil tenor panjang. Dorongan makro tersebut cenderung menguntungkan aset berisiko yang tidak memberikan imbal hasil seperti Bitcoin dengan menurunkan biaya peluang, dan pengumuman itu bertepatan dengan reli BTC yang tajam serta likuidasi posisi short senilai $1B+, yang menyoroti padatnya posisi bearish. Jendela buyback berlangsung hingga awal November, sehingga membatasi durasi dorongan positif tersebut.
Level dampak
● Tinggi
Aset terdampak
BTC/USDT+5.89%
Wawasan AI · BTC/USDTWawasan AI
▲ Bullish
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Program pembelian kembali (buyback) surat utang pemerintah AS (Treasury) untuk tenor panjang kembali diperbesar, dan Bitcoin langsung merespons. Pada 19 Agustus, Treasury mengumumkan batas nilai buyback untuk obligasi 10 hingga 30 tahun dinaikkan dari US$2 miliar menjadi setidaknya US$4 miliar per operasi. Kebijakan ini berlaku untuk periode 9 September hingga 4 November.
Tak lama setelah pengumuman tersebut, Bitcoin melonjak sekitar 6% dalam sehari dan bergerak ke kisaran US$69.000–US$70.000. Lonjakan itu juga memicu likuidasi posisi short lebih dari US$1 miliar.
Mengapa buyback Treasury penting bagi Bitcoin
Buyback membuat Treasury menyerap kembali obligasinya sendiri, menambah likuiditas kas ke sistem keuangan dan menekan imbal hasil (yield) tenor panjang. Yield yang lebih rendah biasanya memperbaiki daya tarik aset berisiko karena biaya peluang memegang aset tanpa bunga seperti Bitcoin menjadi lebih kecil.
Sebelumnya, yield Treasury 30 tahun sempat memuncak di 5,34%, level tertinggi dalam beberapa tahun yang menekan kinerja aset berisiko secara luas. Perluasan buyback dipandang sebagai langkah Treasury untuk meredakan tekanan tersebut dengan menyerap suplai pada jatuh tempo yang pasarannya mulai padat.
Program buyback ini sudah berjalan sejak 2024, dengan tujuan merapikan ketidakseimbangan suplai di segmen tertentu pada kurva imbal hasil. Kenaikan plafon per operasi menjadi dua kali lipat menandai perluasan skala yang signifikan.
Jalur ke US$100.000 hingga lebih tinggi
Geoff Kendrick dari Standard Chartered mengaitkan langkah Treasury ini dengan pemulihan Bitcoin, dan menilai kebijakan tersebut mendukung skenario menuju US$100.000 pada akhir 2026. Target itu memang sudah masuk dalam pantauan bank tersebut, tetapi perluasan buyback memberi katalis yang lebih konkret.
Angka US$180.000 yang beredar di kalangan komentator strategis merupakan proyeksi jangka lebih panjang. Angka itu bukan dampak langsung dari satu pengumuman Treasury, melainkan mencerminkan potensi jika kondisi likuiditas yang mendukung saat ini berlanjut dan semakin menguat.
Makna short squeeze
Perkiraan likuidasi short senilai sekitar US$1,1–US$1,4 miliar pada hari pengumuman memberi sinyal banyak pelaku pasar sebelumnya bertaruh penurunan akan berlanjut. Posisi tersebut kemungkinan dibangun dalam lingkungan yield tinggi—kondisi yang kini sedang coba ditekan oleh Treasury.
Perlu dicatat, jendela program buyback ini dibatasi hingga awal November. Artinya, dorongan likuiditas yang ditimbulkannya memiliki batas waktu.
Sinyal makro yang perlu dipantau
Menjelang akhir tahun, investor yang memantau arah Bitcoin biasanya akan fokus pada dua hal: realisasi pelaksanaan buyback saat operasi dimulai pada September, serta apakah yield Treasury 30 tahun melanjutkan tren turun dari puncak 5,34%.
Dari kisaran saat ini di sekitar US$70.000 ke target Standard Chartered di US$100.000, terdapat potensi kenaikan sekitar 43%. Skenario US$180.000 menuntut kenaikan yang lebih besar, mendekati 160% dari level saat ini.