Bitcoin Uji Level US$80.000, ETF Spot AS Catat Arus Masuk US$2,8 Miliar Selama Delapan Sesi; IBIT BlackRock Dominan
Ringkasan Pasar AI
ETF Bitcoin spot AS memperpanjang tren arus masuk selama delapan sesi yang totalnya mencapai $2,8B, menandakan permintaan spot institusional yang berkelanjutan saat BTC menguji $80K. IBIT milik BlackRock mendominasi arus (~72%), sementara GBTC terus mengalami arus keluar, menegaskan adanya dispersi di dalam kompleks ETF. Volume perdagangan yang tinggi dan arus masuk kuat sejak awal bulan mendukung selera risiko, meski analis mencatat intensitas arus telah mendingin dan arus harian merupakan sinyal jangka pendek yang tidak sempurna.
Level dampak
● Tinggi
Aset terdampak
BTC/USDT+1.48%
Wawasan AI · BTC/USDTWawasan AI
▲ Bullish
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Bitcoin bergerak di kisaran US$79.520 pada Kamis setelah sempat menyentuh puncak harian US$80.475. Pergerakan ini terjadi saat ETF spot Bitcoin di AS memperpanjang rangkaian arus masuk bersih menjadi delapan sesi perdagangan berturut-turut dengan total US$2,8 miliar, mencerminkan berlanjutnya minat institusional terhadap eksposur spot.
Data Farside Investors menunjukkan BlackRock's iShares Bitcoin Trust (IBIT) menyerap US$2,02 miliar, sekitar 72% dari total arus masuk delapan hari tersebut. Di sisi lain, Grayscale Bitcoin Trust (GBTC) mencatat arus keluar selama periode yang sama, termasuk outflow US$50,4 juta pada Rabu.
Sejak peluncuran, arus masuk bersih kumulatif kategori ETF spot Bitcoin mencapai US$54,7 miliar. Rinciannya, IBIT membukukan +US$63,1 miliar, sementara GBTC tercatat US$27,6 miliar.
Analis ETF Bloomberg, Eric Balchunas, menyoroti bahwa dana emas dan Bitcoin secara gabungan menarik sekitar US$7 miliar dalam sepekan terakhir, rekor untuk periode lima hari. Ia menilai narasi "debasement"—kekhawatiran inflasi dan kebijakan moneter—turut mendorong aliran dana, termasuk perpindahan dari tema AI. Balchunas juga mencatat IBIT kembali mencetak arus tahun berjalan (year-to-date) positif setelah sebelumnya mengalami periode panjang outflow.
Dari sisi aktivitas perdagangan, Stephen Wundke dari Algoz Technologies menyebut volume transaksi mingguan menembus US$90 miliar, sekitar dua kali lipat rata-rata, dengan Bitcoin menyumbang hampir US$40 miliar. Arus masuk ETF mingguan yang mendekati US$2 miliar setara dengan total 30 hari sebelumnya; bila tren Agustus bertahan, bulan ini berpotensi menjadi yang terkuat sejak Oktober 2025 berdasarkan metrik tersebut.
Meski arus masuk berlanjut, intensitasnya mulai menurun dari puncak. Arus masuk harian terbesar tercatat US$606,3 juta pada 20 Agustus. Setelah itu, tidak ada sesi yang melampaui US$340 juta, dan arus masuk Rabu sebesar US$232,2 juta menjadi yang terkecil dalam rangkaian delapan hari.
Peneliti senior HashKey, Tim Sun, mengingatkan agar arus satu hari tidak dibaca berlebihan. Kajian Sun menemukan korelasi jangka panjang antara arus ETF dan harga bersifat positif namun terbatas (koefisien di bawah 0,5), dengan perkiraan pergerakan harga BTC sekitar 0,4% untuk setiap arus masuk bersih US$100 juta. Menurutnya, arus ETF lebih tepat dipakai sebagai indikator konfirmasi tren ketimbang prediktor harga harian.
Sun menilai rangkaian arus masuk lebih dari lima hari menjadi sinyal penting karena mengindikasikan "permintaan spot yang berkelanjutan". Rangkaian kali ini terjadi setelah koreksi tajam dari rentang US$60.000–US$70.000, memberi sinyal bahwa modal ETF makin nyaman pada band harga baru dan konsensus pasar mengenai dasar sementara mulai menguat. Ia melihat resistensi jangka dekat di sekitar US$85.000.
Ujian berikutnya, menurut Sun, adalah apakah harga dapat bergerak datar atau turun tipis sementara arus masuk tetap bertahan. Kondisi tersebut akan menunjukkan adanya modal baru yang menyerap tekanan jual, bukan kenaikan berbasis momentum semata. Turunnya harga kembali di bawah US$80.000 pada Kamis memberi petunjuk awal, meski data arus hari itu belum tersedia saat laporan ini disusun. Wundke menambahkan, bertahannya harga di atas US$72.000 kemungkinan akan menenangkan investor bahwa koreksi adalah peluang akumulasi.
Intinya, permintaan institusional melalui ETF masih menjadi pendorong utama Bitcoin, dengan IBIT BlackRock mengambil porsi terbesar dari modal baru. Rangkaian arus masuk terbaru menandakan penerimaan yang lebih kuat terhadap level harga saat ini, tetapi analis menilai kekuatan arus telah melunak dibanding puncak sebelumnya dan arus harian tidak selalu sejalan dengan pergerakan harga jangka pendek. Fokus pasar kini pada apakah arus masuk tetap bertahan saat harga melambat, untuk menilai apakah fase ini merupakan konsolidasi dengan pembeli baru atau akhir dari reli berbasis momentum.