Senat AS Akan Voting Draf Revisi CLARITY Act pada 15 September, XRP Jadi Sorotan

Ringkasan Pasar AI
Draf revisi Undang-Undang CLARITY setebal 630 halaman menuju pemungutan suara prosedural Senat AS pada 15 September, yang berpotensi membentuk ulang struktur pasar kripto AS. Ketentuan baru menambahkan persyaratan kepatuhan untuk beberapa protokol DeFi dan memperjelas aktivitas aset digital serikat kredit, termasuk pendaftaran CFTC untuk protokol "terdesentralisasi" dengan kontrol terpusat. Skeptisisme partisan, terutama terkait etika, meningkatkan ketidakpastian lolosnya. XRP menjadi sorotan mengingat dukungan pimpinan Ripple dan kasus SEC-nya yang telah terselesaikan.
Level dampak
● Sedang
Aset terdampak
XRP/USDT+2.13%
Wawasan AI · XRP/USDTWawasan AI
● Netral
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
CoinDesk melaporkan Partai Republik di Senat AS merilis draf revisi CLARITY Act dan menjadwalkan voting prosedural pada 15 September. RUU ini mengatur kerangka pasar kripto di Amerika Serikat dan kembali menempatkan XRP dalam perhatian pelaku pasar. Draf terbaru setebal 630 halaman itu memuat persyaratan baru bagi sejumlah protokol DeFi serta memperjelas ruang gerak credit union dalam menjalankan aktivitas aset digital. Draf tersebut juga memasukkan kewajiban pendaftaran ke CFTC untuk protokol yang secara nominal terdesentralisasi tetapi masih berada di bawah kendali terpusat yang signifikan. Perbedaan sikap antarpartai masih tajam. Mengutip sumber yang memahami pembahasan, laporan itu menyebut Demokrat masih sangat skeptis terhadap draf tersebut. Seorang staf Demokrat menilai persoalan etika yang belum tuntas menjadi "hambatan terbesar", dan versi terbaru dinilai belum menjawab kekhawatiran itu. Mengapa XRP menguat perhatian pasar? Chief Legal Officer Ripple, Stuart Alderoty, menyebut 15 September sebagai "uji lakmus" bagi legislasi ini. CEO Ripple Brad Garlinghouse juga mendukung RUU tersebut, dan memandangnya sebagai rintangan regulasi besar terakhir sebelum adopsi institusional aset kripto meluas. Posisi XRP dinilai berbeda dibanding banyak aset digital lain. Sengketa panjang dengan SEC telah berakhir, sementara langkah regulator federal belakangan semakin menempatkan XRP sebagai bagian dari kelas aset digital yang lebih matang. Menurut Coinpaper, pada 11 September XRP diperdagangkan sekitar US$1,35, turun sekitar 4% dibanding hari perdagangan sebelumnya.