Senat AS Punya Tenggat Empat Pekan untuk Putuskan CLARITY Act Sebelum Reses Agustus
Ringkasan Pasar AI
Senat AS memiliki sekitar empat minggu untuk memfinalisasi dan memberikan suara atas CLARITY Act, dengan teks pembaruan yang diharapkan akan menggabungkan versi-versi dari komite. Poin-poin terbuka utama mencakup aturan etika terkait kepentingan kripto para pejabat dan perlindungan bagi pengembang nonkustodial, dengan potensi perubahan yang didorong oleh kekhawatiran penegakan hukum. Keterbatasan waktu pembahasan di pleno dan pergeseran prioritas (misalnya, NDAA) membuat pengesahan tetap tidak pasti, sehingga mempertahankan risiko headline regulasi jangka pendek bagi pasar kripto.
Level dampak
● Sedang
Aset terdampak
BTC/USDT-0.23%
Wawasan AI · BTC/USDTWawasan AI
● Netral
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Senat Amerika Serikat kembali bersidang pekan ini dengan waktu sekitar empat pekan sebelum reses Agustus untuk menentukan nasib CLARITY Act. Jurnalis Eleanor Terrett melaporkan, naskah terbaru RUU tersebut diperkirakan terbit seiring negosiasi yang masih berlangsung atas sejumlah ketentuan kebijakan kripto yang belum tuntas.
Fokus pasar tertuju pada draf revisi yang diharapkan keluar pekan ini. Versi tersebut akan menggabungkan rancangan yang sebelumnya disetujui Komite Perbankan Senat dan Komite Pertanian Senat. Pelaku industri menunggu kejelasan pasal mana yang tetap dipertahankan dan isu apa yang masih perlu disesuaikan menjelang pemungutan suara di pleno Senat.
Patrick Witt, Executive Director White House Crypto Council, menyebut pekan ini sebagai "pekan krusial" bagi CLARITY Act, bertepatan dengan satu tahun GENIUS Act resmi menjadi undang-undang. Ia menilai anggota parlemen sudah menginvestasikan waktu yang besar dan mendorong Kongres untuk tidak lagi menunda proses.
Sejumlah poin kunci masih menggantung. Salah satunya terkait Blockchain Regulatory Certainty Act, yang bertujuan menegaskan bahwa pengembang perangkat lunak nonkustodial tidak semestinya dikategorikan sebagai money transmitter hanya karena menerbitkan kode. Belum jelas apakah Senat akan mempertahankan rumusan dari Komite Perbankan, atau mengubahnya menyusul keberatan dari kelompok penegak hukum.
Pembahasan pasal etika juga belum menemui kata sepakat. Crypto In America mengutip sumber yang menyebut Gedung Putih dan para legislator belum mencapai kesepakatan mengenai ketentuan etika yang terkait kepentingan kripto pejabat pemerintah. Sejumlah Demokrat dan Senator Thom Tillis masih mendorong pengamanan tambahan setelah laporan keterbukaan keuangan Presiden Donald Trump mencatat pendapatan terkait kripto lebih dari US$1 miliar tahun lalu.
Dinamika politik turut memengaruhi peta suara. Kematian Senator Lindsey Graham baru-baru ini, ditambah absennya Mitch McConnell yang masih berlanjut, mempersempit ruang kesalahan bagi Partai Republik.
Presiden Trump secara terpisah mendesak Senat meloloskan CLARITY Act untuk menghormati Senator Lindsey Graham. Ia juga menyoroti persaingan China dan negara lain dalam teknologi finansial dan kecerdasan buatan.
Di kalangan industri, pandangan masih terbelah. Presiden Solana Policy Institute, Kristin Smith, mengatakan kepada Crypto In America bahwa negosiasi masih mengarah ke pemungutan suara pleno sebelum reses Agustus. Kepala Riset Galaxy Digital, Alex Thorn, mengambil sikap lebih berhati-hati dan menurunkan estimasi peluang pengesahan menjadi 50%, dengan alasan waktu legislasi yang sempit serta fokus Senat yang bergeser ke National Defense Authorization Act.