Senat AS berpeluang memajukan CLARITY Act pekan ini, tetapi masih harus menembus ambang 60 suara
Ringkasan Pasar AI
Partai Republik di Senat berencana untuk melanjutkan CLARITY Act, tetapi ambang cloture 60 suara membuat pengesahannya tidak pasti dan menjadikan amandemen dari Demokrat sangat menentukan. Kekhawatiran Demokrat yang dinyatakan (etika, keuangan ilegal, konflik) serta potensi pembelotan dari GOP menambah risiko pemberitaan utama. Secara terpisah, pernyataan Komisaris SEC Peirce menegaskan bahwa produk yang ditokenisasi atau yang memberikan imbal hasil masih dapat tetap berada di bawah aturan sekuritas, sehingga meredam ekspektasi akan pelonggaran regulasi dalam waktu dekat di seluruh pasar kripto.
Level dampak
● Sedang
Aset terdampak
BTC/USDT+0.55%
Wawasan AI · BTC/USDTWawasan AI
● Netral
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
ChainThink melaporkan, pada 27 Juli, mengacu pada agenda terkait, Partai Republik di Senat AS berencana membawa CLARITY Act ke tahap pembahasan resmi pekan ini. Pemimpin Mayoritas Senat John Thune disebut menargetkan kemajuan sebelum reses Agustus.
Langkah awal yang dipertimbangkan adalah mengajukan mosi cloture, prosedur untuk menutup perdebatan yang membutuhkan dukungan 60 senator. Saat ini, RUU tersebut masih belum mencapai ambang 60 suara sehingga dukungan Partai Demokrat menjadi penentu.
Sebelumnya, tujuh senator Demokrat menyatakan versi terbaru CLARITY Act masih "tidak memadai", terutama terkait ketentuan etika, pengawasan pembiayaan ilegal, serta aturan konflik kepentingan. Partai Republik kini bernegosiasi dengan Demokrat untuk merevisi bagian-bagian tersebut demi meraih dukungan lintas partai.
Dinamika internal Partai Republik juga menambah ketidakpastian. Dengan mayoritas Senat yang tipis dan Mitch McConnell diperkirakan absen, sikap senator Republik seperti Josh Hawley dan Rand Paul—yang sebelumnya menentang GENIUS bill—masih menjadi perhatian.
Di sisi regulator, Komisaris SEC AS Hester Peirce menegaskan bahwa memindahkan produk keuangan tradisional ke blockchain tidak otomatis membuatnya bebas dari regulasi sekuritas. Sejumlah produk "crypto yield vault" yang dikelola aktif oleh pihak ketiga atas aset pengguna berpotensi tetap tunduk pada ketentuan hukum sekuritas.