Senat Tunda Pemungutan Suara Cloture RUU CLARITY di Tengah Negosiasi Etik

Ringkasan Pasar AI
Pimpinan Senat menunda pengajuan cloture atas CLARITY Act, sehingga mendorong mundur linimasa prosedural RUU struktur pasar tersebut menjelang reses Agustus. Negosiasi etika yang sedang berlangsung, ketentuan yang diperselisihkan (termasuk peran penegakan hukum bagi jaksa agung negara bagian), serta jumlah suara yang tidak pasti membuat waktu pengesahan tetap tidak jelas. Ketidakpastian legislatif yang berkepanjangan dapat meredam selera risiko jangka dekat di seluruh aset kripto dengan memperpanjang ambiguitas seputar kejelasan regulasi AS bagi bursa, DeFi, dan struktur pasar token.
Level dampak
● Sedang
Aset terdampak
BTC/USDT+0.75%
Wawasan AI · BTC/USDTWawasan AI
● Netral
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Senat AS pada Senin tidak mengajukan cloture untuk RUU CLARITY, sehingga tahapan prosedural yang sebelumnya diperkirakan berjalan sebelum masa reses Agustus kembali mundur. Negosiasi terkait ketentuan etik serta sejumlah perbedaan kebijakan yang belum terselesaikan masih menghambat konsolidasi dukungan di Senat dan memperbesar ketidakpastian jadwal pemungutan suara. Jurnalis Eleanor Terrett melaporkan, Pemimpin Mayoritas Senat John Thune tidak mengajukan cloture saat Senat masih menangani pekerjaan prosedural untuk continuing resolution. Pada saat yang sama, perundingan mengenai bahasa etik dan sejumlah ketentuan lain belum mencapai titik temu, sehingga ekspektasi pasar dan pelaku kebijakan kini tertuju pada perkembangan dalam beberapa hari ke depan. Perubahan jadwal cloture Menurut Terrett, urusan prosedural terkait continuing resolution menjadi salah satu alasan Thune menunda pengajuan cloture atas motion to proceed. Ia juga menyebut, sengketa kebijakan yang belum beres dan ketidakpastian perolehan suara turut memengaruhi keputusan tersebut. Terrett menilai Thune masih berpeluang mengajukan cloture paling cepat pada Selasa setelah urusan prosedural itu selesai. Berdasarkan aturan Senat, diperlukan satu hari sela (intervening day) dan satu jam sebelum pemungutan suara cloture awal dapat dilakukan. Terrett menambahkan, periode terpisah 30 jam baru berlaku setelah senator memutuskan untuk menginvoke cloture. Meski begitu, arah akhir RUU CLARITY masih belum jelas karena sejumlah isu kunci tetap menunggu penyelesaian. Negosiasi etik masih jadi hambatan utama Fokus perundingan kini mengarah pada pembahasan bipartisan soal bahasa etik. Terrett menyatakan Gedung Putih belum merespons proposal tandingan terbaru terkait etik yang diajukan Senator Thom Tillis dan Senator Ruben Gallego. Proposal revisi tersebut disebut memperluas kerangka sebelumnya dan memasukkan peran penegakan (enforcement) bagi jaksa agung negara bagian (state attorneys general). Laporan itu menyebut Demokrat mendukung ketentuan tersebut, sementara Gedung Putih menolaknya. Selain isu etik, perbedaan pandangan juga masih terjadi terkait Blockchain Regulatory Certainty Act serta beberapa bagian yang disusun Komite Pertanian Senat. Pembahasan disebut terus berjalan sembari para legislator mencoba membuka jalan menuju pemungutan suara. Langkah berikutnya masih dipertimbangkan John Thune baru-baru ini mengatakan kepada wartawan bahwa ia memperkirakan Senat akan melakukan pemungutan suara atas legislasi market structure. Ia mengakui masih ada ketidakpastian apakah Senat dapat secara formal memulai debat. Terrett melaporkan, sebagian pihak yang terlibat kini menginginkan para senator tercatat "on the record" terlepas dari hasil akhir RUU. Senator Cynthia Lummis juga menilai para legislator perlu mengambil keputusan yang tegas setelah proses negosiasi memperluas RUU dengan tambahan ketentuan penegakan hukum, etik, dan decentralized finance. Kristin Smith, presiden Solana Policy Institute, menyoroti GENIUS Act sebagai contoh legislasi yang sempat gagal pada pemungutan suara cloture sebelumnya, tetapi kemudian lolos di Senat. Negosiasi masih berlangsung menjelang tahapan prosedural berikutnya.