Clarity Act Tumbang di Voting Senat, Pasar Kripto Anjlok Tajam
Ringkasan Pasar AI
Sebuah inisiatif regulasi kripto utama AS (Clarity Act) gagal dalam pemungutan suara prosedural di Senat, sehingga secara material menurunkan peluang kejelasan legislasi dalam waktu dekat. Kemunduran ini memicu pergerakan risk-off yang luas di seluruh kripto, dengan BTC dan alt utama mengalami aksi jual dan kontrak berjangka menunjukkan likuidasi long yang besar, sehingga memperbesar volatilitas penurunan. Token yang sensitif terhadap regulasi dan saham terkait kripto yang diperdagangkan secara publik kemungkinan akan tetap reaktif seiring ekspektasi kebijakan disetel ulang.
Level dampak
● Tinggi
Aset terdampak
BTC/USDT-3.92%
Wawasan AI · BTC/USDTWawasan AI
▼ Bearish
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Clarity Act, rancangan aturan yang lama dinanti pelaku pasar kripto AS, gagal melaju setelah tidak memperoleh dukungan yang dibutuhkan dalam voting prosedural penting di Senat. RUU tersebut tidak mencapai ambang 60 suara dan berakhir dengan hasil 50"49. Seluruh senator Demokrat serta empat senator Republik—Susan Collins, Josh Hawley, Jerry Moran, dan Thom Tillis—memilih "no". Tillis disebut mengubah suaranya dari "yes" menjadi "no" agar dapat mengajukan mosi peninjauan ulang. Senator Demokrat Chris Coons tidak memberikan suara.
Kegagalan voting prosedural ini sementara waktu menghentikan Clarity Act dari jalur legislasi formal di Senat. Karena tidak lolos tahap ini, RUU tidak akan masuk ke pembahasan penuh di Senat, termasuk debat komprehensif, pengajuan amandemen, hingga voting final. Sejumlah laporan media luar negeri menilai, dengan jadwal Kongres saat ini, peluang Clarity Act menjadi undang-undang menurun signifikan.
Perhatian juga tertuju pada sikap beberapa senator Demokrat yang sebelumnya terlibat negosiasi selama berbulan-bulan tetapi tetap menolak RUU. Kirsten Gillibrand, Mark Warner, Cory Booker, Raphael Warnock, Ruben Gallego, Angela Alsobrooks, dan Catherine Cortez Masto termasuk di antara yang memilih "no". Seusai voting, seorang eksekutif industri dikabarkan menyebut hasilnya secara singkat: "It's dead."
Clarity Act selama ini dipandang sebagai salah satu inisiatif legislasi terpenting untuk memperjelas kerangka regulasi pasar kripto di AS. Tertahannya RUU di Senat memicu tekanan jual jangka pendek, terutama pada perusahaan kripto, saham terkait kripto yang diperdagangkan di bursa, serta sejumlah altcoin yang sensitif terhadap ekspektasi regulasi.
Setelah hasil voting diumumkan, Bitcoin bergerak turun tajam. BTC sempat merosot dari sekitar US$76,850 ke kisaran US$75,000 dalam waktu singkat. Data terbaru menunjukkan Bitcoin diperdagangkan di US$75,943, turun sekitar 4% dalam 24 jam terakhir.
Pelemahan lebih dalam terjadi pada altcoin. Ethereum turun 5.35% ke sekitar US$2,401, sementara penurunan harian XRP mencapai 9.95%. Solana melemah 4.92% dan Hyperliquid turun 5.30%. BNB terkoreksi sekitar 1%, mencerminkan melemahnya selera risiko di pasar kripto.
Dampak selloff juga terlihat di pasar futures. Dalam satu jam terakhir, posisi senilai sekitar US$292.95 juta terlikuidasi, dengan US$265.93 juta berasal dari posisi long. Likuidasi periode 4 jam naik menjadi US$339.65 juta, sementara periode 12 jam mencapai US$576.59 juta.
Total likuidasi di pasar kripto selama 24 jam terakhir tercatat sekitar US$769.13 juta. Dari jumlah itu, US$568.05 juta berasal dari posisi long dan US$201.07 juta dari posisi short. Likuidasi mencakup sekitar US$100.99 juta posisi Bitcoin, US$98.09 juta posisi Ethereum, US$16.07 juta posisi XRP, dan US$14.13 juta posisi Solana.
*Ini bukan nasihat investasi. Lanjut membaca: HOT MOMENTS: Voting Clarity Act Ditolak—Apa Selanjutnya? Pasar Bergejolak—Berikut yang Perlu Anda Ketahui dan Data Terbaru