SEC AS Setujui Kerangka Sementara Perdagangan Onchain Terbatas untuk Saham AS yang Ditokenisasi

Ringkasan Pasar AI
Kerangka pengecualian sementara SEC yang memungkinkan perdagangan onchain terbatas untuk saham A.S. yang ditokenisasi menciptakan jalur yang diatur bagi sekuritas yang ditokenisasi melalui AMM/kolam likuiditas berizin, dengan batasan pada simbol/volume, hak pemberitahuan penerbit, serta persyaratan transparansi dan keterlacakan audit yang ketat. Hal ini mengurangi ketidakpastian regulasi bagi infrastruktur pasar onchain yang patuh sambil mempertahankan aturan anti-penipuan, yang berpotensi mempercepat eksperimen institusional dan migrasi likuiditas menuju lapisan penyelesaian publik tanpa izin.
Level dampak
● Tinggi
Aset terdampak
ETH/USDT+6.65%
Wawasan AI · ETH/USDTWawasan AI
▲ Bullish
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
SEC Amerika Serikat pada 17 September menyetujui kerangka sementara yang membuka jalur perdagangan onchain secara terbatas untuk saham AS yang ditokenisasi. Aturan ini memberi "Tokenized Securities Venues" keringanan bersyarat dari definisi "exchange" dalam Exchange Act, sehingga perdagangan tokenized securities dapat berlangsung dalam koridor regulasi tanpa mengubah aturan pasar yang lebih luas. SEC juga memperoleh data perdagangan nyata sebagai bahan evaluasi sebelum menyusun aturan jangka panjang. Dalam kerangka ini, Tokenized Securities Venues diperbolehkan memfasilitasi perdagangan berizin (permissioned) melalui automated market makers (AMM) dan liquidity pools. Platform dapat mempertemukan pembeli dan penjual lewat pool yang disetujui, sekaligus menetapkan standar akses bagi peserta. SEC menetapkan pembatasan atas jumlah simbol yang diperdagangkan serta volume transaksi. Setiap venue wajib memverifikasi bahwa saham yang ditokenisasi membawa hak yang sama dengan saham setara di National Market System, termasuk hak ekonomi dan tata kelola yang melekat pada efek dasar. Ketua SEC Paul Atkins menyatakan kerangka tersebut memungkinkan perdagangan terbatas sambil Komisi mempertimbangkan langkah regulasi lanjutan. Perlindungan penerbit juga diwajibkan untuk tokenisasi oleh pihak ketiga. Venue harus memberi pemberitahuan kepada penerbit saham dasar sebelum melisting token yang dibuat oleh pihak ketiga yang tidak berafiliasi, dan penerbit diberi kesempatan untuk mengajukan keberatan. Ketentuan ini memberi emiten peran langsung ketika pihak lain menokenisasi saham mereka. Di sisi teknologi, smart contract yang digunakan venue harus dapat diaudit dan bersifat publik. SEC juga mensyaratkan implementasi pada distributed ledger publik yang permissionless. SEC menyatakan menggunakan kewenangan pengecualian yang sudah ada, yakni Section 36(a)(1) dari Securities Exchange Act, yang memungkinkan pemberian pengecualian bersyarat atau tanpa syarat bila untuk kepentingan publik dan perlindungan investor. Perintah ini menciptakan dua bentuk keringanan sementara: (1) untuk venue yang pada kondisi normal akan memenuhi definisi "exchange"; (2) untuk penyedia likuiditas tertentu yang memakai modal proprietary di dalam pool AMM yang disetujui, yang memperoleh keringanan bersyarat dari definisi "dealer". SEC menegaskan ketentuan federal terkait antifraud dan antimanipulation tidak dihentikan. Atkins menyatakan aturan tersebut tetap berlaku untuk aktivitas efek yang dilakukan di bawah pengecualian. Komisioner Mark Uyeda menekankan transparansi transaksi sebagai syarat utama. Venue wajib mempublikasikan data transaksi dalam denominasi dolar AS secara berkala, mencakup harga, ukuran, waktu, alamat pool, ukuran pool akhir hari, serta volume harian. Uyeda menilai pengungkapan ini mendukung pemantauan dan evaluasi kebijakan berikutnya. Kerangka tersebut juga mengaitkan perdagangan saham tokenisasi dengan penghentian perdagangan di pasar tradisional. Tokenized Securities Venue harus menghentikan perdagangan setiap kali bursa utama tempat saham dasar terdaftar melakukan penghentian. Venue juga diwajibkan mempublikasikan informasi mengenai operasi, aktivitas perdagangan, dan aktivitas afiliasi, serta memenuhi ketentuan books and records, perlindungan teknologi, dan koordinasi terkait trading stoppages. Atkins sebelumnya, pada 18 Februari, menyatakan SEC mempertimbangkan perdagangan terbatas tokenized securities melalui AMM dan menyebutnya sebagai kerangka interim sambil menyiapkan aturan jangka panjang. Sepanjang 2026, pejabat SEC juga mengumpulkan masukan industri melalui Crypto Task Force. Sejumlah masukan, termasuk dari Securities Industry and Financial Markets Association, memperingatkan bahwa pengecualian yang terlalu luas dapat memecah likuiditas pasar dan memicu regulatory arbitrage. Pihak lain mendukung pengecualian terbatas dengan batasan dan pengungkapan yang jelas. Perintah final mengadopsi kontrol terkait akses, volume, emiten, pelaporan data, dan teknologi. Menurut SEC, pengecualian ini berakhir lima tahun setelah dipublikasikan. Komisi juga meminta komentar publik mengenai kemungkinan penyesuaian dan langkah regulasi berikutnya. Uyeda meminta data, studi kasus, analisis insiden, serta bukti operasional dari lingkungan live maupun uji coba. Materi tersebut dapat membentuk aturan selanjutnya untuk tokenized securities dan infrastruktur pasar onchain. Kerangka ini dirancang sebagai uji pasar yang terkendali, bukan pengecualian umum bagi seluruh ekuitas yang ditokenisasi. Ketentuannya mengikat tokenized shares pada hak emiten yang berlaku, mekanisme penghentian di pasar utama, serta perlindungan hukum federal terkait sekuritas. Tonggak berikutnya adalah publikasi perintah di Federal Register, setelah itu pelaku pasar dapat memantau proses komentar dan panduan SEC untuk calon Tokenized Securities Venues. Konten ini bersifat informasi dan bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, atau hukum. Pengecualian regulasi dan aturan sekuritas tetap tunduk pada ketentuan SEC, perubahan, serta proses rulemaking di masa mendatang.