Mayoritas Warga AS Menolak Kripto Masuk Opsi Dana Pensiun di Tempat Kerja, Meski Arah Kebijakan Mulai Melonggar

Ringkasan Pasar AI
Sebuah jajak pendapat nasional menunjukkan resistensi publik yang persisten terhadap mata uang kripto dalam program pensiun yang disponsori pemberi kerja (53% menentang; 77% memandangnya berisiko), meskipun terdapat pergeseran kebijakan AS yang semakin mengizinkan para fidusia untuk mempertimbangkan aset alternatif. Hal ini melemahkan lisensi sosial untuk adopsi yang lebih luas dalam rencana pensiun dan meningkatkan risiko reputasi serta politik seputar alokasi kripto. Proses penyusunan aturan yang sedang berlangsung oleh Departemen Tenaga Kerja dan penolakan dari Kongres menambah ketidakpastian regulasi bagi jalur masuk institusional.
Level dampak
● Sedang
Aset terdampak
BTC/USDT+1.13%
Wawasan AI · BTC/USDTWawasan AI
▼ Bearish
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Survei nasional terbaru menunjukkan resistensi publik AS terhadap rencana pensiun berbasis tempat kerja yang memasukkan cryptocurrency, di tengah perubahan kebijakan federal yang semakin membuka ruang bagi aset alternatif. Jajak pendapat yang dilakukan untuk National Institute on Retirement Security menemukan 53% responden menolak jika pemberi kerja menawarkan kripto sebagai pilihan investasi dalam program pensiun. Sebanyak 77% menilai investasi semacam itu berisiko, dengan 46% menyebutnya "sangat berisiko". Survei tersebut berasal dari polling Greenwald Research terhadap 1.203 penduduk AS berusia 25 tahun ke atas, dilakukan pada 24 Okt.–14 Nov. 2025 dan dibobotkan berdasarkan usia, gender, serta pendapatan. Hasilnya juga menyoroti kecemasan yang meningkat terhadap kesiapan pensiun secara umum. Sejumlah temuan utama: - 80% warga AS percaya negara menghadapi krisis pensiun (naik dari 67% pada 2020). - 61% khawatir bisa mencapai keamanan finansial saat pensiun. - 68% mengatakan persiapan pensiun kini lebih sulit. - 77% menyebut utang menghambat kemampuan menabung. Kekhawatiran terhadap kripto muncul saat tabungan pensiun dinilai rapuh. Riset terpisah dari lembaga yang sama yang dirilis pada Februari 2026—menggunakan data Biro Sensus AS—menemukan median saldo tabungan pensiun di seluruh angkatan kerja Amerika berada di bawah US$1.000. Studi itu juga mencatat banyak pekerja masih tidak memiliki akses ke program pensiun dari pemberi kerja. Laporan tersebut menyebut Social Security menyumbang sekitar 52% pendapatan pensiun bagi warga AS yang lebih tua, sementara hanya sekitar 17% pekerja memiliki akses ke pensiun manfaat pasti (defined-benefit) per Desember 2022. Kepemilikan kripto tetap ada, tetapi tidak dominan. Survei Federal Reserve pada Mei 2025 menemukan sekitar 10% orang dewasa AS menggunakan atau memegang cryptocurrency pada tahun itu (naik dari 7% pada 2024). Sekitar 7% menyatakan memegang kripto sebagai investasi, dengan lebih sedikit orang menggunakannya untuk pembayaran atau transfer. Pengamat dan regulator menilai memasukkan aset digital ke menu investasi pensiun dapat meningkatkan risiko bagi penabung. U.S. Government Accountability Office menggambarkan kripto sebagai aset yang volatilitasnya sangat tinggi dan menilai metode yang andal untuk memproyeksikan imbal hasil jangka panjang masih terbatas. Isu ini semakin sensitif pada skema seperti 401(k), ketika keputusan investasi dan risiko pasar lebih banyak ditanggung karyawan. Di sisi kebijakan, pemerintah federal cenderung memberi keleluasaan lebih besar kepada fiduciary rencana pensiun untuk menilai aset alternatif, termasuk kripto. Rangkaian kebijakan yang menandai perubahan arah: - Mei 2025: Departemen Tenaga Kerja (Labor Department) mencabut panduan sebelumnya yang meminta fiduciary bertindak dengan "kehati-hatian ekstrem" sebelum menambahkan cryptocurrency. Pejabat menyatakan panduan lama menyimpang dari pendekatan departemen yang umumnya netral dan berbasis prinsip. - 7 Agustus 2025: Presiden Donald Trump menandatangani perintah eksekutif terkait aset alternatif yang mencakup kendaraan investasi aset digital serta alokasi nontradisional lain seperti private equity, private credit, dan real estat. - Pertengahan Agustus 2025: Lima hari setelah perintah eksekutif itu, Labor Department menarik pernyataan 2021 yang sebelumnya mendorong fiduciary untuk tidak mempertimbangkan private equity dan alternatif serupa. - Maret 2026: Labor Department mengusulkan aturan baru yang menjelaskan bagaimana fiduciary dapat mengevaluasi aset alternatif untuk program pensiun di tempat kerja. Usulan ini memasukkan "safe harbor" regulasi untuk mengurangi risiko litigasi bagi fiduciary yang mengikuti standar peninjauan yang ditetapkan. Dalam rancangan Maret 2026, cakupan aturan disebut akan menyentuh lebih dari 90 juta penabung pensiun. Fiduciary akan diminta menilai kinerja, biaya, likuiditas, valuasi, ketentuan penebusan (redemption terms), serta kemampuan peserta memahami instrumen investasi. Kerangka yang diusulkan tidak mewajibkan sponsor program menambahkan kripto atau alternatif lain. Tetapi jika perusahaan memilih memasukkannya, mereka harus mendokumentasikan peninjauan yang objektif dan menunjukkan bahwa opsi tersebut memenuhi persyaratan kehati-hatian (prudence) di bawah Employee Retirement Income Security Act. Usulan Maret 2026 memicu penolakan politik. Pada Juni 2026, Senator Bernie Sanders dan Elizabeth Warren serta anggota DPR Bobby Scott meminta departemen menarik aturan tersebut. Mereka berargumen cryptocurrency dapat mengekspos pekerja pada volatilitas harga, penipuan, serta perlindungan yang lebih lemah dibanding sekuritas publik. Para legislator juga mempertanyakan apakah fiduciary dapat menilai secara andal aset digital tertentu, mengingat penerapan hukum sekuritas masih terus berkembang. Saat ini, rancangan aturan Labor Department tersebut masih berada dalam proses rulemaking federal dan dapat direvisi, disahkan, atau ditarik setelah menerima masukan publik. Survei terbaru menegaskan dilema yang dihadapi pembuat kebijakan dan sponsor program: banyak warga AS kekurangan tabungan pensiun dan tertekan secara finansial, tetapi mayoritas tetap enggan jika aset bergejolak tinggi seperti kripto dimasukkan ke kendaraan tabungan jangka panjang yang mereka andalkan. Bagi fiduciary program pensiun, pesannya jelas: langkah untuk menambahkan kripto akan memicu pengawasan ketat atas biaya, valuasi, likuiditas, dan kesesuaian bagi penabung—dan terlepas dari perubahan kebijakan federal, tingkat kepercayaan publik terhadap cryptocurrency sebagai investasi pensiun masih rendah.