Payroll Nonpertanian AS Turun, Peluang Kenaikan Suku Bunga The Fed Melemah, Kerangka Kesepakatan Hormuz Mulai Terbentuk

Ringkasan Pasar AI
Payroll nonpertanian AS bulan Juli turun di luar perkiraan dan bulan-bulan sebelumnya direvisi lebih rendah, mendorong repricing tajam atas peluang pengetatan The Fed dan menekan indeks dolar. Pergeseran suku bunga tersebut mendukung permintaan yang kuat pada emas dan perak serta membantu ekuitas ditutup lebih tinggi. Secara terpisah, kerangka kerja sementara Iran\u0026Oman terkait Selat Hormuz mengurangi risiko eskalasi dalam jangka pendek namun menyisakan ketidakpastian pasokan residual, sehingga menjaga volatilitas minyak.
Level dampak
● Tinggi
Aset terdampak
NCSIDXY2USD/USDT-0.34%
Wawasan AI · NCSIDXY2USD/USDTWawasan AI
▲ Bullish
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
BlockBeats melaporkan, 8 Agustus—Sejumlah katalis besar menggerakkan pasar global pekan ini. Data payroll nonpertanian AS bulan Juli secara tak terduga turun 23.000 pekerjaan, jauh di bawah ekspektasi pasar yang memperkirakan kenaikan 80.000. Revisi gabungan untuk Mei dan Juni juga memangkas angka ketenagakerjaan sebanyak 103.000. Rilis tersebut menekan ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga The Fed. Probabilitas kenaikan pada September turun dari sekitar 58% menjadi 44%. Indeks dolar AS melemah untuk pekan kedua berturut-turut. Emas naik lebih dari 7% dalam sepekan, ditopang permintaan aset aman serta ekspektasi penurunan suku bunga, sementara perak melesat lebih dari 10%. Tiga indeks utama saham AS sama-sama mencatat kenaikan pekan ini. Dari Timur Tengah, sejumlah laporan menyebut Iran dan Oman telah menyepakati kerangka sementara untuk membuka kembali Selat Hormuz. Kesepakatan itu diperkirakan berlaku 60 hari, tetapi masih menunggu persetujuan Iran. AS dan Iran masih berbeda pandangan terkait kendali atas selat tersebut. Pasar energi bergejolak tajam. Harga minyak sempat turun karena harapan deeskalasi, lalu berbalik menguat seiring kekhawatiran risiko pasokan. Sorotan pasar lainnya: Yutu Technology menetapkan harga IPO di STAR Market (科创板) pada RMB 150,8 per saham, dengan kapitalisasi pasar saat penerbitan sekitar RMB 61 miliar. Permintaan investor institusi (offline) tercatat 2.618 kali. SpaceX merilis laporan laba pertama pasca-IPO; pendapatan kuartal II mencapai $7,8 miliar, naik 92% secara tahunan, sementara belanja modal yang melampaui $18 miliar menjadi perhatian. SanDisk dan Western Digital membukukan kinerja di atas ekspektasi, tetapi harga saham keduanya anjlok akibat tekanan valuasi, mengindikasikan industri penyimpanan untuk AI memasuki fase "pertumbuhan tinggi + ekspektasi tinggi". Di sektor AI, DeepSeek mengumumkan rencana kenaikan signifikan tarif API, menandai pergeseran dari strategi berbiaya rendah. Perusahaan-perusahaan minyak global melaporkan lonjakan laba pada kuartal II; laba bersih Saudi Aramco naik 44% secara tahunan, meski Trump menyerukan perusahaan minyak menurunkan harga bensin. Institusi Wall Street mempercepat adopsi AI untuk manajemen risiko, pada saat yang sama menghadapi meningkatnya risiko serangan siber berbasis AI. Di ranah talenta, tim inti Google DeepMind dilaporkan tengah direstrukturisasi, dan sengketa hukum muncul antara OpenAI dan Apple terkait mobilitas talenta AI, memperketat persaingan perekrutan di sektor tersebut.