Senator Partai Republik Rilis Pembaruan CLARITY Act, Protokol DeFi yang Tidak Terdesentralisasi Wajib Registrasi ke CFTC
Ringkasan Pasar AI
Draf revisi Undang-Undang CLARITY dari Partai Republik di Senat akan mewajibkan protokol DeFi yang tidak terdesentralisasi untuk mendaftar ke CFTC, mempersempit cakupan pada transaksi komoditas digital spot/tunai serta memperjelas kewenangan serikat kredit terkait kripto. Perubahan tersebut meningkatkan ketidakpastian kepatuhan dan operasional bagi venue DeFi, sambil berpotensi meningkatkan visibilitas regulasi untuk aktivitas yang berhadapan dengan institusi. Dalam jangka dekat, pelaku pasar dapat menyesuaikan harga ulang risiko regulasi di seluruh token tata kelola dan likuiditas yang terkait DeFi seiring rincian legislasi berkembang.
Level dampak
● Sedang
Aset terdampak
UNI/USDT-2.82%
Wawasan AI · UNI/USDTWawasan AI
● Netral
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Jurnalis kripto Eleanor Terrett melaporkan bahwa Senator Partai Republik telah menerbitkan versi terbaru CLARITY Act yang mencerminkan perubahan hasil negosiasi selama reses Agustus. Ketentuan terkait etika, BRCA, serta stablecoin yield disebut tidak mengalami perubahan.
Revisi utama dalam draf terbaru ini mencakup kewajiban bagi protokol DeFi yang tidak terdesentralisasi untuk mendaftar ke Commodity Futures Trading Commission (CFTC), sejalan dengan Section 10301 dalam versi dari Senate Banking Committee. Ketentuan DeFi juga dibatasi hanya untuk transaksi spot atau tunai pada komoditas digital, yang dinilai bertujuan merespons kekhawatiran suku (tribal) terkait pasar prediksi berbasis blockchain. Selain itu, rancangan tersebut memperjelas lebih lanjut kewenangan credit union untuk terlibat dalam aktivitas yang terkait kripto.