CFTC AS Usulkan Aturan Kripto Baru, Bidik Perdagangan Leverage dan Margin

Ringkasan Pasar AI
CFTC mengusulkan aturan untuk membawa aktivitas kripto yang melibatkan leverage, margin, atau pembiayaan ke dalam rezim federal terpadu melalui Regulation CTX dan Regulation CAM, dengan menciptakan kategori platform baru "Crypto Asset Markets". Hal ini meningkatkan kejelasan regulasi untuk derivatif dan venue perdagangan berleverage, yang berpotensi mengalihkan aktivitas menuju platform yang diatur CFTC. Namun, pengawasan pasar spot tetap terbatas, sehingga menyisakan aturan tingkat negara bagian dan kesenjangan untuk perdagangan BTC/ETH tanpa leverage.
Level dampak
● Tinggi
Aset terdampak
BTC/USDT+0.30%
Wawasan AI · BTC/USDTWawasan AI
● Netral
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas AS (CFTC) pada Senin mengusulkan dua aturan baru untuk membangun kerangka regulasi kripto di Amerika Serikat dengan memanfaatkan kewenangannya atas perdagangan leverage dan margin. Langkah ini ditujukan untuk mengurangi ketidakpastian regulasi setelah Kongres belum menuntaskan legislasi kripto. Pejabat CFTC menyebut dua jalur regulasi tersebut akan menjadi "kerangka regulasi komprehensif". Pertama, aturan yang langsung mengatur aktivitas perdagangan, yakni Regulation CTX (Regulation of Crypto Asset Trading). Kedua, aturan yang mengatur entitas yang memfasilitasi aktivitas tersebut, yaitu Regulation CAM (Regulation of Crypto Asset Markets). Regulation CAM akan membentuk kategori platform baru bernama "Crypto Asset Markets" (CAMs). Dalam rancangan aturan itu, aktivitas kripto yang melibatkan leverage, margin, atau pembiayaan akan berada di bawah pengawasan CFTC. Artinya, trader yang menggunakan dana pinjaman untuk memperbesar posisi akan tunduk pada regulasi lembaga tersebut. Ketua CFTC Mike Selig, dalam pernyataan tertulis untuk acara tahunan Blockchain Regulation Symposium di Fordham Law School, mengatakan: "Aturan ini mengkodifikasi jalur bagi platform perdagangan aset kripto untuk beroperasi di bawah rezim regulasi nasional terpadu CFTC, berdasarkan kewenangan undang-undang yang sama yang digunakan pemerintahan sebelumnya untuk menegakkan regulasi." Meski begitu, inisiatif ini dinilai masih menyisakan celah. CFTC tidak memiliki kewenangan regulasi menyeluruh atas pasar spot—pasar tempat kripto diperdagangkan langsung pada harga pasar saat ini tanpa leverage atau margin. Ini mencakup jual beli langsung kripto utama seperti Bitcoin dan Ethereum. Pengecualian pentingnya, CFTC tetap berwenang memberantas penipuan dan manipulasi di pasar tersebut. CFTC juga menegaskan inisiatif barunya tidak dapat menjangkau atau menggantikan regulasi tingkat negara bagian terkait pengiriman uang (money transmission) yang mengatur perdagangan langsung. Pejabat CFTC mengindikasikan, perusahaan yang ingin menawarkan produk yang lebih kompleks kemungkinan akan melakukannya melalui platform khusus yang diregulasi CFTC. Menjelang penutupan masa komentar publik selama 60 hari dan pengumpulan masukan tambahan dari industri, CFTC mengaku masih belum memastikan seberapa besar porsi pasar spot yang akan tersisa. Mereka menilai konsumen dapat lebih memilih bertransaksi dalam lingkungan yang diregulasi secara federal. (Sumber: BlockBeats)