TSMC Bersiap Catat Rekor Laba Lima Kuartal Beruntun, Terdorong Lonjakan Permintaan Chip AI

Ringkasan Pasar AI
Rangkaian rekor laba TSMC, yang didorong oleh lonjakan permintaan chip AI, memperkuat kekuatan siklus belanja modal AI dan menopang sentimen di seluruh rantai pasok semikonduktor. Namun, rencana kenaikan harga wafer (hingga 15% untuk 3nm pada 2H26) menandakan kapasitas yang lebih ketat dan meningkatnya biaya input yang dapat menekan margin hilir bagi pembeli chip, termasuk pusat data dan ekosistem penambangan kripto yang bergantung pada perangkat keras. Fokus beralih ke rilis laporan laba 16 Juli untuk konfirmasi.
Level dampak
● Sedang
Aset terdampak
NCSKTSMU2USD/USDT-1.19%
Wawasan AI · NCSKTSMU2USD/USDTWawasan AI
▲ Bullish
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
TSMC kembali menuju rekor. Raksasa manufaktur chip asal Taiwan itu diperkirakan membukukan laba tertinggi untuk kuartal kelima berturut-turut, ditopang permintaan semikonduktor kecerdasan buatan (AI) yang masih sangat kuat. Pendapatan TSMC pada Juni 2026 mencapai NT$442,68 miliar (sekitar US$13,8 miliar), melonjak 67,9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Untuk kuartal II 2026, pendapatan diproyeksikan sekitar US$39,6 miliar, naik hampir 36% secara tahunan. Laporan kinerja lengkap kuartal II akan dirilis pada 16 Juli, tetapi arahnya sudah terlihat. Analis memperkirakan laba bersih akan naik sekitar 59% (year-on-year) setelah angka final diumumkan. Sebagai pembanding, laba bersih kuartal I 2026 tercatat sekitar US$18,2 miliar, meningkat 58% dari tahun sebelumnya. Pada kuartal IV 2025, laba mencapai T$505,7 miliar (sekitar US$16 miliar), atau tumbuh 35%. Pendorong utamanya adalah produksi chip AI. TSMC memproduksi prosesor untuk Nvidia, AMD, Apple, dan hampir semua pemain penting di segmen semikonduktor canggih. Sepanjang 2026, chip AI saja diperkirakan menghasilkan pendapatan lebih dari US$40 miliar bagi TSMC. Per kuartal I 2026, TSMC menguasai sekitar 73% pasar global foundry pure-play. Kenaikan harga juga mulai masuk agenda. CEO C.C. Wei menyampaikan dalam rapat pemegang saham pada 4 Juni bahwa perusahaan akan menerapkan kenaikan harga secara bertahap. Yang paling menonjol: kenaikan hingga 15% untuk fabrikasi wafer 3nm pada paruh kedua 2026. Ketika produsen yang memasok hampir tiga perempat chip tercanggih dunia menaikkan harga, dampaknya cepat merembet ke berbagai sektor. Biaya wafer 3nm yang lebih tinggi berpotensi mendorong Nvidia, AMD, dan lainnya meneruskan sebagian beban tersebut ke pelanggan mereka. Imbasnya bisa dirasakan operator pusat data, penyedia cloud, hingga pelaku penambangan kripto yang kian bergantung pada silikon generasi terbaru. Bagi pasar kripto, implikasinya dua arah. Dari sisi positif, pertumbuhan TSMC menguatkan narasi AI yang mendorong arus modal ke token dan proyek persilangan AI-kripto. Dari sisi lain, kekuatan penetapan harga TSMC menambah tekanan biaya di rantai pasok. Penambang Bitcoin dan aset kripto yang mengandalkan ASIC dan GPU generasi berikutnya perlu mencermati potensi kenaikan 15% pada wafer 3nm. Produsen perangkat keras penambangan mengambil chip paling maju dari pabrik TSMC. Kenaikan biaya input bisa menekan margin penambang atau berubah menjadi harga perangkat yang lebih mahal, yang pada akhirnya menaikkan hambatan masuk bagi operasi penambangan baru. Bagi investor yang memantau pasar teknologi dan kripto, rilis laba TSMC pada 16 Juli menjadi salah satu data terpenting kuartal ini. Rekor laba lima kuartal beruntun, laju pertumbuhan laba mendekati 60% per tahun, serta kendali atas 73% kapasitas manufaktur paling krusial di dunia menempatkan TSMC sebagai titik acuan utama untuk membaca arah pasar.