Trump Peringatkan Iran soal Aktivitas Nuklir di Pickaxe Mountain saat Ketegangan di Selat Hormuz Memanas
Ringkasan Pasar AI
Meningkatnya ketegangan AS-Iran terkait dugaan aktivitas nuklir dan serangan berulang di dekat Selat Hormuz meningkatkan tail-risk terhadap pasokan energi global, karena titik sempit ini menangani ~20% pengiriman minyak. Reaksi pasar sudah terlihat dengan Brent sempat bergerak di atas $100 dan bertahan di dekat $99. Premi risiko geopolitik yang tinggi dan permintaan lindung nilai dapat memperketat harga minyak mentah jangka pendek dan meningkatkan volatilitas yang lebih luas di sektor energi.
Level dampak
● Tinggi
Aset terdampak
NCCO1OILBRENT2USD/USDT+0.37%
Wawasan AI · NCCO1OILBRENT2USD/USDTWawasan AI
▲ Bullish
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
BlockBeats melaporkan, pada 9 September waktu setempat, Presiden AS Donald Trump memperingatkan Iran agar tidak melanjutkan aktivitas apa pun di fasilitas yang diduga terkait nuklir, Pickaxe Mountain. Trump mengatakan AS mendeteksi "aktivitas" terbaru di lokasi tersebut dan mengancam akan melancarkan serangan "sangat kuat" bila kegiatan berlanjut.
Analisis citra satelit terbaru dari Center for Strategic and International Studies (CSIS) menunjukkan lalu lintas jalan menuju Pickaxe Mountain tahun ini mencapai level tertinggi sepanjang catatan, disertai lonjakan aktivitas konstruksi. CSIS menilai lokasi itu kemungkinan sudah beralih dari tahap penggalian bawah tanah ke pembangunan bagian dalam serta penguatan perimeter.
Pickaxe Mountain berjarak sekitar 2 kilometer dari fasilitas nuklir Natanz yang mengalami kerusakan parah. CSIS menyatakan belum dapat mengonfirmasi apakah Iran telah memindahkan infrastruktur nuklir, termasuk sentrifugal, ke lokasi tersebut.
Di sisi lain, eskalasi serangan yang berkaitan dengan Selat Hormuz antara AS dan Iran terus meningkat. Iran mengklaim telah meluncurkan rudal balistik ke sebuah pangkalan militer AS di Yordania dan menargetkan sepuluh kapal di dekat Selat Hormuz. Komando Pusat AS (U.S. Central Command) menyebut sebelumnya telah menghancurkan lima kapal tanker minyak Iran sebagai respons atas dua serangan rudal balistik oleh Korps Garda Revolusi Islam Iran terhadap kapal perang AS.
Selat Hormuz menjadi jalur sekitar 20% pengiriman minyak global. Rangkaian serangan tersebut memicu kekhawatiran gangguan pasokan. Harga minyak Brent sempat menembus US$100 per barel dan kini diperdagangkan di US$99,19.
Trump juga mengatakan perang AS-Iran mungkin baru berakhir setelah pemilu paruh waktu pada November, seraya menyatakan Iran "tidak bisa bertahan lebih lama".