Imbal Hasil Treasury Sentuh Level Tertinggi Hampir 20 Tahun, Minyak Terus Naik; Saham AS Kembali Melemah

Ringkasan Pasar AI
Aksi jual kembali U.S. Treasury yang diperbarui mendorong imbal hasil 10Y melampaui 5% ke level tertinggi sejak 2007, memperkuat ekspektasi pengetatan Fed tambahan (FedWatch ~92% probabilitas kenaikan). Kenaikan suku bunga riil memperketat kondisi keuangan dan menekan saham AS, dengan penurunan luas di seluruh indeks utama. Buyback Treasury yang diumumkan dan potensi penggunaan dukungan TGA belum memperlambat kenaikan imbal hasil, menjaga risiko durasi tetap tinggi.
Level dampak
● Tinggi
Aset terdampak
NCSISP5002USD/USDT-0.41%
Wawasan AI · NCSISP5002USD/USDTWawasan AI
▼ Bearish
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Aksi jual obligasi pemerintah AS berlanjut pada Selasa. Imbal hasil Treasury tenor 10 tahun sempat naik hingga 5,041%—level tertinggi sejak 2007—sebelum ditutup di 5,006%. Ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga The Fed tetap tinggi. Data CME FedWatch menunjukkan probabilitas kenaikan suku bunga menjelang keputusan kebijakan mencapai 92,3%. Tekanan di pasar obligasi membebani saham AS. Indeks S&P 500 turun 0,45%, Dow Jones melemah 0,63%, dan Nasdaq terkoreksi 0,78%. Kenaikan imbal hasil terjadi meski Menteri Keuangan Bessent pekan lalu mengumumkan rencana pembelian kembali Treasury jangka panjang senilai US$6 miliar. Departemen Keuangan juga disebut berpeluang memanfaatkan dana pada akun TGA untuk mendukung program buyback, tetapi imbal hasil tetap bergerak naik.