Tether Rampungkan Audit Penuh Perdana oleh KPMG, Raih Opini "Wajar Tanpa Pengecualian"
Ringkasan Pasar AI
Penyelesaian audit penuh Big Four pertama Tether (KPMG) dengan opini "bersih" merupakan tonggak kredibilitas besar bagi stablecoin, yang berpotensi mengurangi persepsi risiko cadangan dan transparansi seputar USDT. Sementara para kritikus mencatat adanya pertanyaan kepemilikan yang belum terselesaikan dan bahwa audit tersebut mencakup sebuah anak perusahaan, perkembangan ini dapat meningkatkan kenyamanan institusional terhadap penggunaan stablecoin dan kondisi likuiditas di seluruh pasar kripto, mengingat skala dan profitabilitas USDT.
Level dampak
● Tinggi
Aset terdampak
US/USDT-33.72%
Wawasan AI · US/USDTWawasan AI
▲ Bullish
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Tether mengumumkan telah merampungkan audit penuh oleh KPMG, menjadi kali pertama emiten stablecoin USDT tersebut diaudit oleh salah satu firma "Big Four". Dalam pernyataannya, Tether menyebut KPMG memberikan opini "clean" atas laporan keuangan tahun 2025. Perusahaan menegaskan, ini merupakan bentuk opini paling positif yang dapat dikeluarkan auditor independen.
CEO Tether, Paolo Ardoino, memanfaatkan hasil audit final itu untuk menepis kritik yang selama bertahun-tahun meragukan audit Tether bisa diselesaikan serta menuding perusahaan enggan menjalani pengawasan paling ketat.
Sorotan atas cadangan USDT
Selama bertahun-tahun, sejumlah pihak mempertanyakan tata kelola Tether dan keaslian cadangan yang menopang USDT. Pada akhir 2025, S&P Global ikut melontarkan kritik dengan menurunkan penilaian stablecoin USDT dari "constrained" menjadi "weak". Lembaga pemeringkat itu menilai USDT hanya memiliki 77% cadangan pada obligasi pemerintah AS (U.S. Treasury) dan setara kas. Sisanya dinilai semakin terekspos pada BTC dan emas, yang dianggap berisiko tinggi. Dugaan kurangnya transparansi penerbit stablecoin juga disebut menjadi salah satu faktor penurunan rating.
Tether menyatakan USDT merupakan produk offshore dan tidak memiliki pedoman yang kuat terkait komposisi cadangan. Untuk periode yang berakhir pada Juni, paparan cadangan USDT pada T-bills dan setara kas sekitar 75%. Emas dan logam menyumbang 10%, sementara eksposur BTC sekitar 3%.
Apakah kritik akan mereda?
Berbeda dengan USDT, produk yang berfokus pada AS, USAT, disebut ditujukan memiliki dukungan 1:1 dengan hampir 100% cadangan pada T-bills atau setara kas. Menanggapi audit tersebut, pakar ETF Nate Geraci mengatakan, "Until that problem is solved (sharing stablecoin yield), Tether will never face any real competitive pressure given its scale IMO."
Meski demikian, sebagian pengkritik menilai audit ini belum menjawab seluruh pertanyaan. CEO Swan, Cory Klippsten, menyatakan kepemilikan Tether masih menjadi misteri, dan audit tersebut hanya mencakup salah satu entitas anak, yaitu Tether International.
Di sisi kinerja, penerbit stablecoin itu tetap mencetak laba besar. Tether membukukan laba bersih sebesar US$1,5 miliar pada kuartal terakhir saja. Jumlah pemegang USDT juga telah melampaui 650 juta dan terus meningkat.
Ringkasan
Tether merampungkan audit penuh perdana oleh KPMG dan memperoleh opini "clean" atas laporan keuangan 2025. Meski begitu, kritik terkait struktur kepemilikan masih berlanjut, termasuk klaim bahwa audit hanya mencakup anak usaha Tether International.