OJK Taiwan Umumkan Aturan "Travel Rule" untuk Transfer Aset Kripto, Berlaku Oktober 2026

Ringkasan Pasar AI
FSC Taiwan akan menerapkan kepatuhan Travel Rule secara bertahap untuk transfer aset virtual, dengan mewajibkan data identitas yang diperluas untuk transfer di atas NT$30.000 serta memperkenalkan sanksi AML bagi VASP yang tidak patuh. Jadwalnya dimulai dengan transfer domestik VASP-ke-VASP pada Oktober ini, dengan implementasi lintas batas ditargetkan pada akhir 2027. Kerangka kerja ini meningkatkan beban kepatuhan dan operasional bagi bursa dan kustodian, yang berpotensi memperketat friksi on/off-ramp lokal serta pengawasan.
Level dampak
● Sedang
Aset terdampak
BTC/USDT+0.69%
Wawasan AI · BTC/USDTWawasan AI
● Netral
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Mengutip Yahoo Finance, Financial Supervisory Commission (FSC) Taiwan menetapkan kewajiban "Travel Rule" bagi penyedia layanan aset virtual (virtual asset service providers/VASP) dalam pengiriman aset virtual mulai Oktober 2026. Dalam ketentuan tersebut, setiap transfer tunggal di atas NT$30.000 mewajibkan pengirim menyertakan tanggal lahir dan alamat nasabah agar penerima dapat melakukan verifikasi identitas. Penerapan dilakukan bertahap. Mulai Oktober tahun ini, aturan diberlakukan terlebih dahulu untuk transfer antar-VASP di dalam Taiwan. Untuk transfer yang melibatkan VASP di luar Taiwan, implementasi ditargetkan berlaku paling lambat akhir 2027. VASP yang tidak memasukkan prosedur ini ke dalam sistem pengendalian internal atau gagal meneruskan data yang diwajibkan berisiko dikenai denda berdasarkan AntiMoney Laundering Act, dengan kisaran NT$500.000 hingga NT$10 juta.