Sui Siap Luncurkan Hashi, Amankan Komitmen Modal US$500 Juta untuk Pinjaman Berjaminan Bitcoin
Ringkasan Pasar AI
Peluncuran Hashi yang direncanakan oleh Sui bertujuan untuk memungkinkan pinjaman institusional dengan jaminan Bitcoin tanpa memindahkan BTC dari buku besar Bitcoin, didukung oleh komitmen modal sebesar $500M dari 20+ mitra. Desainnya (brankas BTC on-chain, multisig 2-of-2, pemantauan oleh guardian, dan smart contract yang diaudit) menargetkan kendala kepatuhan dan keamanan yang telah membatasi partisipasi DeFi institusional. Jika adopsi terjadi, aktivitas pasar kredit BTC jangka dekat dan likuiditas terkait dapat meningkat.
Level dampak
● Sedang
Aset terdampak
BTC/USDT-0.14%
Wawasan AI · BTC/USDTWawasan AI
▲ Bullish
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Pembiayaan dengan jaminan Bitcoin (BTC) diperkirakan mendapat suntikan likuiditas besar. Blockchain layer-1 Sui akan meluncurkan Hashi, jaringan institusional baru yang memungkinkan pemegang Bitcoin menjaminkan BTC untuk pinjaman tanpa perlu memindahkannya keluar dari buku besar Bitcoin. Peluncuran mainnet dijadwalkan bertahap pada akhir bulan ini.
Untuk menopang ekosistemnya, Hashi telah mengantongi komitmen modal senilai US$500 juta dari koalisi lebih dari 20 mitra industri. Komitmen ini bukan setoran instan, tetapi modal yang telah dipledge tersebut dimaksudkan agar pasar bisa dibuka dengan likuiditas dalam sejak hari pertama, alih-alih memulai dari kondisi kosong.
"Hashi diluncurkan dengan modal yang serius dan koalisi pemimpin industri karena institusi ingin membuat Bitcoin produktif tanpa mengorbankan perlindungan yang mereka butuhkan," ujar Adeniyi Abiodun, Co-Founder dan Chief Product Officer Mysten Labs, pengembang awal Sui, dalam pernyataan resmi.
Sui menilai target utama inisiatif ini adalah tumpukan kekayaan yang masih menganggur. Perusahaan memperkirakan sekitar US$1 triliun Bitcoin saat ini berada dalam posisi idle. Selama ini, institusi dan perusahaan pemegang Bitcoin di neraca keuangan dinilai belum memiliki ekosistem DeFi yang patuh regulasi dan transparan untuk mengerahkan Bitcoin "native" mereka dengan aman.
Peluncuran Hashi hadir di tengah pergeseran lanskap pembiayaan berbasis Bitcoin, ketika pinjaman berjaminan BTC makin banyak dipakai di luar aktivitas spekulasi perdagangan kripto. Pemegang Bitcoin kini memanfaatkan pinjaman beragunan BTC untuk kebutuhan dunia nyata seperti biaya kuliah, akuisisi properti, dan modal kerja korporasi.
"Perusahaan publik dan institusi memegang jumlah Bitcoin yang sangat besar, tetapi kemampuan mereka untuk memanfaatkan modal itu dibatasi oleh teknologi yang tersedia," kata Nathan McCauley, CEO dan cofounder Anchorage Digital, mitra peluncuran sejak hari pertama yang juga berencana memasok likuiditas stablecoin ke jaringan tersebut. "Menghubungkan klien institusional kami dengan Hashi merepresentasikan perubahan paradigma total," tambahnya.
Dari sisi mekanisme, Hashi dirancang untuk mengatasi kendala institusional tanpa menggunakan bridging lintas-chain. Pengguna mengunci BTC secara aman di alamat vault langsung pada blockchain Bitcoin. Alamat ini diamankan skema multisig 2-of-2, yang mensyaratkan persetujuan kriptografis dari kedua validator Hashi. Hashi juga menambahkan lapisan guardian yang terpisah dan independen untuk memantau serta memperlambat pergerakan agunan yang mencurigakan.
Saat Bitcoin asli tetap terkunci di jaringan Bitcoin, Hashi menerbitkan hBTC di Sui sebagai token voucher digital yang didukung langsung oleh setoran tersebut. Voucher hBTC ini kemudian dapat digunakan aplikasi di Sui untuk aktivitas pinjam-meminjam, pasar kredit, hingga perdagangan aset dunia nyata. Ketika pengguna ingin keluar, voucher hBTC dibakar permanen di Sui, memicu multisig untuk membuka kunci dan mengembalikan Bitcoin asli ke pengguna di jaringan Bitcoin.
Untuk memenuhi standar kepatuhan dan keamanan institusional, Hashi telah melalui proses verifikasi. Perusahaan keamanan Certora memverifikasi smart contract Hashi secara formal, sementara CommonPrefix meninjau kriptografi pada protokol multiparty computation (MPC) yang digunakan.