Strategy Cetak Laba Kuartal III Rekor, Imbal Hasil Bitcoin Melorot ke 3,7%
Ringkasan Pasar AI
Laba rekor Strategy pada Q3 sebagian besar merupakan keuntungan nilai wajar atas Bitcoin, sementara imbal hasil BTC-nya turun menjadi 3,7% dan akumulasi kuartalan melambat menjadi 1.666 BTC. Pembiayaan saham preferen yang besar dan dividen STRC sebesar 12% menambah biaya berulang, sehingga mengimbangi narasi institusional bullish Saylor. Sinyal campuran ini mendukung sentimen BTC tanpa katalis arah yang jelas.
Level dampak
● Sedang
Aset terdampak
BTC/USDT+0.76%
Wawasan AI · BTC/USDTWawasan AI
● Netral
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Strategy membukukan laba operasional kuartal III sebesar US$20,9 miliar, tertinggi sepanjang sejarah perseroan, menurut laporan keuangan 29 Oktober. Laba bersih mencapai US$19,5 miliar, jauh di atas sekitar US$2,8 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Hampir seluruh laba operasional berasal dari keuntungan nilai wajar atas kepemilikan Bitcoin senilai US$20,9 miliar.
Michael Saylor menyebut pasar bull Bitcoin baru sedang dimulai. Menurutnya, bank-bank kian luas mengadopsi Bitcoin dan permintaan institusi sudah kembali. Saylor juga mencatat Bitcoin diperdagangkan 21% di atas rata-rata bergerak 200 minggu.
Strategy menambah kepemilikan Bitcoin 26% sepanjang tahun ini menjadi 848.517 BTC, setara sekitar US$68,9 miliar dengan harga acuan 23 Oktober. Imbal hasil BTC (BTC yield) perseroan secara year-to-date mencapai 3,7% per 25 Oktober, turun 8,2 poin persentase dari 4,5% yang dilaporkan pada Juli. Kepemilikan Bitcoin tetap naik dari 843.775 BTC pada akhir Juli menjadi 848.517 BTC pada Oktober.
BTC yield mengukur perubahan persentase Bitcoin per asumsi saham terdilusi, sehingga mencerminkan akumulasi terhadap potensi dilusi, bukan imbal hasil investasi riil pemegang saham. Metrik BTC Gain turun menjadi 24.947 BTC, dengan nilai dolar US$2,03 miliar berdasarkan harga Bitcoin US$81.200 pada 23 Oktober.
Strategy menghimpun sekitar US$21,2 miliar lewat transaksi pasar modal pada 10 bulan pertama 2026. Dari penjualan saham biasa kuartal III, perseroan menerima hasil bersih US$5,4 miliar dan hanya mengalokasikan US$588,1 juta di antaranya untuk pembelian Bitcoin. Kas Bitcoin perseroan hanya bertambah 1.666 BTC pada kuartal tersebut, hasil dari pembelian 7.218 BTC dan penjualan 5.552 BTC.
Meski pulih pada kuartal III, Strategy mencatat kerugian US$1,23 miliar pada sembilan bulan pertama 2026 karena penurunan harga Bitcoin sebelumnya membebani portofolio. Saham MSTR naik 76% sepanjang kuartal III, melampaui kenaikan Bitcoin 43% pada periode sama.
Para analis berbeda pendapat soal besaran biaya dan keberlanjutan penggunaan pembiayaan saham preferen yang terus meningkat. STRC adalah sekuritas preferen perpetual berbunga variabel yang memungkinkan Strategy membiayai pembelian Bitcoin tanpa langsung menjual lebih banyak saham biasa. Dividen tahunan STRC sebesar 12% menciptakan kebutuhan pendanaan berulang di samping pembelian Bitcoin berikutnya.
Strategy mengungkap penjualan sekitar US$431,8 juta Bitcoin sepanjang 2026 untuk membantu membiayai dividen preferen dan pembelian kembali STRC. Perseroan menghabiskan lebih dari US$2 miliar untuk membeli kembali sekitar 20,98 juta saham STRC. Total pembayaran dividen preferen kumulatif mencapai hampir US$1,5 miliar.
Kepala riset K33, Vetle Lunde, berpendapat Strategy bisa mengumpulkan Bitcoin hampir sebanyak itu dengan ketergantungan yang lebih kecil pada STRC. Model hipotetisnya mengalihkan dana untuk cadangan dolar, pembelian kembali STRC, dan sebagian besar dividen STRC ke pembelian Bitcoin. Hasilnya sekitar 843.303 BTC per 12 Oktober, dibandingkan kepemilikan aktual 848.250 BTC. K33 memperkirakan tambahan 4.947 BTC itu disertai kewajiban dividen tahunan ekstra sekitar US$725 juta terkait ekspansi STRC. Lunde lebih memilih pendekatan akumulasi Bitcoin yang lebih sederhana ketimbang menanggung beban pembiayaan tambahan.
Kepala riset Eropa Bitwise, André Dragosch, dalam komentar 29 Oktober menilai keuangan Strategy lebih baik dibandingkan peminjam korporasi berperingkat tinggi. Dragosch mempertanyakan peringkat kredit B Strategy dan menyatakan, "Instrumen kredit Strategy memberi imbal hasil seperti obligasi junk dengan kualitas kredit investment grade." Menurutnya, ukuran kredit korporasi konvensional bisa mendukung peringkat AA atau AAA, yang berpotensi menurunkan imbal hasil STRC ke sekitar 6% dari sekitar 12%.
STRC adalah saham preferen perpetual, bukan obligasi korporasi standar. Eksposur Bitcoin Strategy juga menimbulkan volatilitas harga dan risiko struktur modal yang tidak sepenuhnya terukur oleh rasio likuiditas konvensional. Bitwise berargumen investor mungkin menuntut kompensasi berlebihan atas risiko finansial memegang STRC.
Strategy melaporkan aset dolar yang dialokasikan sekitar US$5 miliar, yang menurut perkiraan perseroan dapat menutup 3,4 tahun dividen preferen dan bunga pada tingkat saat ini. CEO Phong Le mengatakan pembelian kembali STRC dalam jumlah besar dimaksudkan untuk menopang kesehatan finansial sekuritas tersebut. Strategy akan memulai akrual dividen STRC harian pada November setelah pemegang saham menyetujui perubahan itu pada 28 Oktober. Pengaturan dividen serupa untuk sekuritas preferen Strategy lainnya dijadwalkan pada Januari 2027.