Strategy Umumkan Kerangka Penjualan Bitcoin Hingga US$1,25 Miliar
Ringkasan Pasar AI
Strategy (sebelumnya MicroStrategy) mengesahkan kerangka kerja yang disetujui dewan untuk menjual hingga $1,25 miliar Bitcoin guna mendanai dividen/bunga saham preferen, pembelian kembali potensial, dan kebutuhan likuiditas ketika penerbitan ekuitas mahal. Hal ini meresmikan sumber pasokan BTC yang terkendali dan memperkenalkan pengelolaan neraca yang lebih aktif, meskipun perusahaan menargetkan akumulasi berkelanjutan. Langkah ini dapat memengaruhi dinamika arus BTC dalam jangka pendek dan sentimen institusional seputar kebijakan Bitcoin sebagai perbendaharaan korporasi.
Level dampak
● Tinggi
Aset terdampak
BTC/USDT+2.56%
Wawasan AI · BTC/USDTWawasan AI
● Netral
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Michael Saylor selama ini dikenal dengan satu prinsip: beli Bitcoin, jangan pernah jual. Kini prinsip itu mendapat catatan kaki. Pada 29 Juni 2026, Strategy Inc.—perusahaan yang sebelumnya bernama MicroStrategy—mengumumkan kebijakan baru bertajuk "Digital Credit Capital Framework" yang secara resmi memberi kewenangan untuk menjual Bitcoin hingga US$1,25 miliar. Ini menjadi pertama kalinya dewan direksi menyetujui penjualan Bitcoin melalui mekanisme yang terstruktur.
Hingga saat ini, Strategy masih memegang lebih dari 845.000 BTC dan menargetkan kepemilikan 1 juta BTC pada akhir 2026. Kerangka baru tersebut dirancang untuk menyediakan likuiditas sekitar 12 bulan guna membayar dividen saham preferen dan beban bunga, membiayai program buyback saham hingga US$1 miliar masing-masing untuk saham biasa dan saham preferen, serta memberi ruang gerak manajemen saat penerbitan ekuitas menjadi mahal atau sulit dilakukan.
Strategi ini sebenarnya sudah diuji sebelum diumumkan resmi. Perusahaan menjual Bitcoin senilai US$2,5 juta pada Juni 2026, lalu memindahkan US$135 juta tak lama setelah kerangka tersebut berlaku.
Pasar merespons positif. Saham Strategy melonjak sekitar 13% pada hari pengumuman, menjadi kenaikan harian terbesar dalam empat bulan terakhir. Bagi investor, saham preferen memiliki prioritas pembayaran dibanding pemegang saham biasa. Dengan adanya mekanisme penjualan Bitcoin yang formal dan disetujui dewan, manajemen memberi sinyal bahwa arus kas dan kewajiban dapat dikelola dengan rencana yang jelas.
Bagi pelaku pasar yang memantau perusahaan pemegang Bitcoin, pertanyaan utamanya adalah apakah otorisasi US$1,25 miliar ini merupakan batas maksimal atau justru titik awal. Kewajiban terkait saham preferen bersifat berkelanjutan, kondisi pasar ekuitas bisa tetap tidak bersahabat dalam periode panjang, sementara target 1 juta BTC mengindikasikan kebutuhan pembelian yang terus berjalan. Konsekuensinya, Strategy berpotensi membeli sekaligus menjual Bitcoin pada waktu yang sama, dengan arah transaksi ditentukan oleh kondisi pasar dan kebutuhan pendanaan dari minggu ke minggu.