MicroStrategy Umumkan Kerangka Penjualan Bitcoin, Akhiri Kebijakan "Tak Akan Menjual"
Ringkasan Pasar AI
Strategy Inc. mengadopsi Kerangka Modal Kredit Digital yang secara eksplisit mengizinkan hingga $1.25B dalam penjualan Bitcoin, mengakhiri sikap "tidak pernah menjual", sekaligus mengesahkan $2B untuk pembelian kembali (sekuritas dan saham biasa). Perubahan tersebut menandakan BTC dapat digunakan sebagai alat likuiditas dan manajemen modal untuk melayani kewajiban tetap yang besar, memperkenalkan potensi aliran jual tambahan secara bertahap. Perubahan kebijakan ini relevan secara struktural bagi struktur pasar BTC dan narasi permintaan perbendaharaan.
Level dampak
● Tinggi
Aset terdampak
BTC/USDT+0.50%
Wawasan AI · BTC/USDTWawasan AI
● Netral
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Strategy Inc. mengambil langkah yang selama ini dianggap tabu: menjual Bitcoin dari kas perusahaan. Pada 29 Juni, perusahaan mengumumkan Digital Credit Capital Framework yang secara resmi mengizinkan pelepasan Bitcoin dari treasury, menutup era slogan "never sell" yang melekat pada strategi akumulasi Michael Saylor selama bertahun-tahun.
Kerangka tersebut membuka jalan bagi penjualan Bitcoin hingga US$1,25 miliar melalui program monetisasi yang baru dibentuk. Di saat yang sama, perusahaan juga menyetujui rencana pembelian kembali (repurchase) total hingga US$2 miliar, masing-masing US$1 miliar untuk Digital Credit Securities dan US$1 miliar untuk saham biasa Kelas A. Saham MSTR merespons positif, melonjak hampir 78% pada perdagangan premarket.
Saat ini Strategy memegang sekitar 847.363 BTC, dengan harga perolehan rata-rata sekitar US$75.651 per koin. Cadangan USD perusahaan berada di kisaran US$2,55 miliar. Jika digabung dengan otorisasi monetisasi Bitcoin sebesar US$1,25 miliar, Strategy menyebut memiliki cakupan likuiditas sekitar 25,9 bulan. Angka ini menjadi sorotan karena kewajiban dividen preferen dan beban bunga perusahaan mencapai sekitar US$1,76 miliar per tahun.
Langkah ini bukan tanpa sinyal awal. Pada akhir Mei 2026, Strategy diam-diam menjual 32 BTC senilai kira-kira US$2,5 juta. Itu merupakan penjualan Bitcoin pertama sejak 2022, transaksi kecil yang kini terlihat seperti uji coba sebelum peluncuran kerangka yang lebih luas.
Selama ini Strategy agresif menerbitkan obligasi konversi, saham preferen, dan instrumen lain untuk membiayai pembelian Bitcoin. Konsekuensinya adalah kewajiban, terutama dividen dan bunga tahunan sebesar US$1,76 miliar. Saylor dan CEO Phong Le menjelaskan perubahan arah ini sebagai pergeseran menuju "dynamic capital allocation". Targetnya: memaksimalkan kepemilikan Bitcoin per saham sambil menjaga likuiditas yang cukup untuk memenuhi kewajiban atas sekuritas preferen.
Fokus perusahaan kini bukan lagi semata-mata menambah total BTC, melainkan mengoptimalkan nilai per saham. Dalam kerangka ini, buyback yang dibiayai penjualan Bitcoin secara selektif dapat bersifat akretif meski jumlah Bitcoin total menurun.
Bagi investor MSTR, otorisasi buyback saham biasa sebesar US$1 miliar menjadi poin yang patut dicermati. Jika Strategy menjual Bitcoin saat harga tinggi lalu membeli kembali sahamnya ketika diperdagangkan dengan diskon terhadap nilai aset bersih (net asset value), rasio Bitcoin per saham berpotensi meningkat. Strateginya sederhana: jual BTC mahal, beli MSTR murah, sehingga setiap saham yang tersisa merepresentasikan porsi Bitcoin yang lebih besar.
Ke depan, pelaku pasar disarankan memantau dua indikator: rasio Bitcoin per saham—kini menjadi sasaran optimasi resmi perusahaan—serta kecepatan penyerapan otorisasi monetisasi senilai US$1,25 miliar tersebut.