Ripple dan MicroStrategy Tegaskan Status Hukum XRP dan Bitcoin Tetap Jelas Usai CLARITY Act Gagal di Senat
Ringkasan Pasar AI
Kegagalan Senat AS untuk meloloskan CLARITY Act mempertahankan ketidakpastian regulasi, tetapi Ripple dan Strategy berpendapat bahwa pijakan hukum jangka dekat untuk XRP dan BTC tidak berubah. Ripple merujuk pada putusan pengadilan 2023 tentang penjualan XRP di pasar sekunder dan klasifikasi terbaru SEC/CFTC atas XRP sebagai komoditas digital, yang membantu membatasi penurunan. Dengan Kongres terhenti, pasar mungkin kembali berfokus pada pembuatan aturan bertahap melalui regulator alih-alih melalui legislasi.
Level dampak
● Sedang
Aset terdampak
XRP/USDT-9.34%
Wawasan AI · XRP/USDTWawasan AI
● Netral
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Ripple dan MicroStrategy menyampaikan kepada investor bahwa tidak ada perubahan dari sisi hukum untuk XRP maupun Bitcoin (BTC) setelah Senat AS memblokir CLARITY Act pada Selasa. RUU tersebut dirancang untuk memasukkan aturan pasar kripto di AS ke dalam hukum federal. Pemungutan suara berakhir 49 berbanding 50, jauh dari ambang 60 suara yang dibutuhkan.
Pasar kripto sempat bereaksi, tetapi dampaknya cepat mereda.
Ripple dan MicroStrategy: Fondasi Hukum Tidak Bergeser
Stuart Alderoty, chief legal officer Ripple, menyoroti dua perkembangan yang sudah terjadi sebelum pemungutan suara. Pada 2023, putusan pengadilan federal menyatakan penjualan XRP di bursa tidak termasuk transaksi sekuritas. Hakim yang sama juga menyimpulkan bahwa penjualan Ripple kepada institusi melanggar aturan sekuritas.
Pada Maret, dua regulator AS melangkah lebih jauh. Securities and Exchange Commission (SEC) dan Commodity Futures Trading Commission (CFTC) memasukkan XRP ke dalam daftar 16 aset yang diklasifikasikan sebagai komoditas digital. Alderoty menulis di X, "Jangan lupa—Ripple dan XRP berdiri di atas landasan yang sudah jelas. Putusan Pengadilan federal 2023 menetapkan XRP bukan sekuritas. Dan pada Maret SEC dan CFTC mengeluarkan interpretasi bersama yang menyebut XRP sebagai komoditas digital."
Strategy—nama baru MicroStrategy—mengemukakan argumen serupa untuk Bitcoin. Perusahaan itu memegang 845.050 BTC yang dibeli senilai US$63,73 miliar, atau rata-rata US$75.412 per koin. Bitcoin diperdagangkan di sekitar US$76.206 setelah pemungutan suara, membuat kepemilikan tersebut berada kira-kira 1% di atas biaya perolehan. Strategy menyatakan, "Bitcoin telah memiliki kejelasan hukum dan regulasi di AS selama bertahun-tahun."
Dukungan Demokrat untuk RUU Menyusut Cepat
DPR AS sebelumnya meloloskan RUU yang sama dengan suara 294 berbanding 134 pada Juli 2025, dengan dukungan 78 anggota Demokrat. Empat belas bulan kemudian, RUU itu kandas di Senat.
Tom Emmer, House majority whip, menyebut Senator Kirsten Gillibrand. Ia mengatakan Gillibrand sempat memuji industri dalam sebuah panel pada Maret, tetapi kemudian memilih menolak.
Menjelang pemungutan suara, 18 jaksa agung negara bagian mendesak Kongres untuk menolak naskah RUU tersebut. Chainlink menilai setiap bulan tanpa aturan mendorong para pengembang pindah ke luar negeri. Grayscale menyatakan industri tetap mencatat kemajuan melalui kerja regulator seperti SEC dan CFTC.
Kini perhatian pasar beralih kepada SEC dan CFTC untuk mengisi kekosongan yang gagal dibentuk Kongres. CEO Ripple Brad Garlingouse mengatakan, "Tim kami sudah mengerahkan segalanya agar Clarity Act lolos... Politik dari Partai Demokrat (pasukan anti-kripto) ditempatkan di atas kebijakan yang baik."