SEC Ajukan Kerangka Sekuritas Khusus Pertama untuk Aset Kripto

Ringkasan Pasar AI
Usulan SEC "Regulation Crypto Assets" akan menciptakan kerangka sekuritas khusus pertama untuk kontrak investasi kripto, dengan menambahkan pengecualian untuk startup dan penggalangan dana serta safe harbor berbasis desentralisasi. Ini menggeser bauran kebijakan dari ketidakpastian yang didorong penegakan menuju jalur kepatuhan yang lebih jelas, yang dapat meningkatkan penetapan harga risiko di seluruh token likuid. Dalam jangka dekat, perhatian akan berpusat pada beban pengungkapan dan ambang batas desentralisasi selama periode pemberian komentar.
Level dampak
● Tinggi
Aset terdampak
ETH/USDT+0.60%
Wawasan AI · ETH/USDTWawasan AI
▲ Bullish
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) bergerak ke arah penyusunan aturan khusus bagi industri kripto, setelah bertahun-tahun lebih sering menempuh jalur penegakan lewat gugatan. Pada 18 Agustus 2026, SEC menerbitkan proposal setebal 401 halaman bertajuk "Regulation Crypto Assets", yang dirancang sebagai kerangka sekuritas pertama yang secara spesifik mengatur kontrak investasi aset kripto. Rancangan aturan ini memperkenalkan sejumlah jalur baru, mulai dari pengecualian penawaran (offering exemptions), opsi registrasi, hingga ketentuan safe harbor yang berpotensi membebaskan proyek yang telah cukup terdesentralisasi dari klasifikasi sekuritas. Inti proposal: "covered investment contracts" Pusat regulasi ini adalah konsep "covered investment contracts", istilah SEC untuk berbagai cara proyek kripto menghimpun dana dari investor. Dua skema pengecualian menonjol. Pertama, "startup exemption" yang memungkinkan proyek kripto tahap awal menghimpun hingga US$5 juta dalam periode empat tahun. Kedua, "fundraising exemption" yang lebih luas, yang mengizinkan penghimpunan dana hingga US$75 juta per tahun, dengan persyaratan laporan keuangan serta standar pelaporan tertentu. Safe harbor dan masalah "Hotel California" Proposal juga memuat ketentuan safe harbor untuk mengatasi apa yang disebut SEC sebagai masalah "Hotel California": proyek yang sekali masuk ke rezim hukum sekuritas berisiko "tidak pernah bisa keluar", meski tokennya sudah cukup terdesentralisasi dan tidak lagi dikendalikan oleh satu tim yang menentukan hasil bagi investor. Melalui safe harbor, SEC menawarkan jalur keluar. Proyek yang memenuhi ambang batas desentralisasi tertentu berpotensi dikecualikan dari klasifikasi sekuritas secara berkelanjutan. Dari penegakan ke pelibatan industri Regulation Crypto Assets tidak muncul tiba-tiba. Pada Maret 2026, SEC menerbitkan interpretasi tentang penerapan hukum sekuritas yang ada terhadap aset kripto tertentu, yang menjadi fondasi konseptual bagi proposal ini. Di sisi lain, lanskap legislasi juga bergerak, termasuk upaya seperti GENIUS Act 2025 yang menunjukkan minat Kongres untuk memperjelas aturan aset digital. Masa komentar publik atas proposal dibuka hingga sekitar 20 Oktober 2026, memberi industri kurang lebih dua bulan untuk menyampaikan masukan. Poin yang paling menentukan dalam periode komentar Perdebatan utama diperkirakan berpusat pada dua hal: kewajiban pengungkapan (disclosure) dan ambang batas desentralisasi. Parameter desentralisasi dalam ketentuan safe harbor dinilai sebagai bagian paling krusial, karena menuntut SEC menetapkan metrik dan tolok ukur yang konkret. Mantan Direktur Divisi Keuangan Korporasi SEC, Bill Hinman, pada 2018 pernah menyatakan Ethereum telah cukup terdesentralisasi sehingga berada di luar cakupan hukum sekuritas. Pernyataan itu bersifat pidato, bukan aturan. Kini SEC berupaya mengodifikasikan konsep tersebut ke dalam regulasi. Bagi proyek kecil, batas US$5 juta dalam empat tahun pada "startup exemption" membuka jalur pendanaan yang lebih jelas tanpa memicu kewajiban registrasi penuh. Untuk proyek yang menargetkan "fundraising exemption" hingga US$75 juta per tahun, konsekuensinya adalah kebutuhan membangun infrastruktur pelaporan keuangan dan kepatuhan yang memadai.