Direktur Riset Galaxy: Proposal "Reg Crypto" SEC Berpotensi Ubah Lanskap Regulasi Aset Kripto AS
Ringkasan Pasar AI
Usulan "Reg Crypto" dari SEC akan menciptakan kerangka kerja yang dirancang khusus untuk penerbitan token dan jalur formal untuk mengakhiri status kontrak investasi, yang berpotensi mengurangi beban hukum bagi banyak token lama. Pengecualian baru dapat memperluas penggalangan dana yang patuh kepada investor nonterakreditasi dengan pengungkapan khusus kripto, mendukung kejelasan struktur pasar dan aktivitas penerbitan perdana. Meski masih sebatas usulan dan tunduk pada hambatan politik dan regulasi, ini merupakan pergeseran yang bermakna dalam arah kebijakan AS.
Level dampak
● Tinggi
Aset terdampak
BTC/USDT+7.87%
Wawasan AI · BTC/USDTWawasan AI
▲ Bullish
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Menurut laporan BlockBeats, direktur riset Galaxy Alex Thorn menyampaikan pada 21 Agustus bahwa pada 18 Agustus Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) mengajukan proposal Regulation Crypto Assets atau "Reg Crypto". Ini merupakan rancangan aturan sekuritas AS pertama yang dirancang khusus untuk penerbitan dan penjualan aset kripto, bukan sekadar menerapkan kerangka regulasi saham konvensional.
Thorn menilai proposal tersebut dapat memicu dua perubahan besar bagi industri kripto di AS. Pertama, proyek token yang memenuhi syarat bisa menawarkan token secara legal kepada publik, termasuk investor nonterakreditasi. Kedua, proposal ini memperkenalkan mekanisme yang jelas untuk mengakhiri secara formal "investment contract" yang terkait dengan token setelah persyaratan tertentu terpenuhi, sehingga mengurangi ketidakpastian lama soal status sekuritas berbagai token lama.
Dalam rancangan ini, Reg Crypto berlaku untuk aset kripto yang bukan sekuritas pada dirinya sendiri, tetapi diterbitkan atau dijual sebagai bagian dari suatu investment contract. Kerangkanya dibagi menjadi empat tahap.
Tahap pendanaan: ditambahkan dua pengecualian penerbitan baru. Pengecualian untuk startup memungkinkan penggalangan dana hingga US$5 juta dalam jangka waktu maksimal empat tahun. Pengecualian yang lebih besar, mirip kerangka Regulation A, memungkinkan penghimpunan dana US$20 juta hingga US$75 juta dalam periode 12 bulan.
Tahap pengungkapan: penerbit wajib menyampaikan informasi yang lebih sesuai dengan karakter aset kripto, mencakup pasokan token, jadwal unlocking, mekanisme minting dan burning, hak tata kelola, detail smart contract, source code, serta progres pengembangan proyek.
Tahap pengembangan: tim proyek menyelesaikan komitmen pengembangan inti kepada investor dalam jangka waktu yang ditetapkan.
Tahap keluar: setelah proyek selesai atau kewajiban pembangunan terkait dihentikan, serta setelah laporan transisi disampaikan, investment contract yang melekat pada token dapat dianggap berakhir. Dengan demikian, token tersebut tidak lagi berada di bawah rezim regulasi sekuritas berdasarkan investment contract tersebut.
Thorn menekankan, nilai utama Reg Crypto ada pada pembentukan kerangka "siklus hidup token" untuk pertama kalinya: token dapat berawal sebagai investment contract karena adanya janji selama fase pengembangan, lalu karakter sekuritasnya dapat diakhiri melalui proses yang jelas seiring proyek menjadi matang.
Meski begitu, aturan ini masih berupa proposal. Implementasi finalnya berpotensi menghadapi tantangan dari perubahan arah regulator, otoritas regulasi tingkat negara bagian, serta kemungkinan legislasi Kongres. Jika pada akhirnya disahkan, Reg Crypto dinilai dapat membuka jalan bagi "ICO 2.0" yang lebih sah di AS, sekaligus membentuk kerangka baru untuk pembiayaan proyek, peredaran token, dan perlindungan investor.