SEC Usulkan Aturan Penerbitan Kripto Bertingkat dengan Ambang USD 5 Juta dan USD 75 Juta

Ringkasan Pasar AI
Usulan SEC tentang "Regulation Crypto Assets" memperkenalkan pengecualian bertingkat (hingga USD 5m dan USD 75m) yang dapat secara material menurunkan friksi penerbitan sambil mempertahankan pengungkapan dan pelaporan yang diskalakan. Safe harbor bersyarat bagi aset untuk berhenti menjadi sekuritas serta preemption federal atas pendaftaran negara bagian di bawah pengecualian tersebut mengurangi ketidakpastian hukum. Dengan Clarity Act tertunda, pembuatan aturan menjadi pendorong kebijakan utama dalam jangka dekat bagi struktur pasar kripto AS.
Level dampak
● Tinggi
Aset terdampak
BTC/USDT+0.29%
Wawasan AI · BTC/USDTWawasan AI
▲ Bullish
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) mengajukan rancangan aturan baru penerbitan aset kripto berlabel "Regulation Crypto Assets" atau "Reg Crypto". Kerangka ini dirancang sebagai rezim pengecualian tersendiri di bawah kewajiban registrasi penuh Undang-Undang Sekuritas 1933, dengan tingkat kewajiban pengungkapan dan pelaporan yang disesuaikan dengan besaran penawaran. Langkah ini muncul ketika RUU "Clarity Act" masih tertahan di Kongres. Inti proposal adalah dua ambang penerbitan. Pertama, pengecualian untuk startup mencakup penawaran hingga USD 5 juta. Selama empat tahun, penerbit dalam kategori ini dibebaskan dari persyaratan registrasi UU Sekuritas 1933, sehingga proyek tahap awal dapat menghimpun dana tanpa proses prospektus penuh. Kedua, tier penggalangan dana yang lebih besar memungkinkan penawaran hingga USD 75 juta per periode dua belas bulan. Di atas batas itu, jalur registrasi reguler tetap berlaku. Kedua pengecualian disertai syarat. Penerbit wajib menyampaikan pengungkapan kepada investor, dan untuk tier USD 75 juta juga ada kewajiban laporan berkelanjutan. Desainnya menautkan kemudahan penghimpunan modal dengan perlindungan investor, sejalan dengan logika yang lama dikenal dalam hukum sekuritas. Sejumlah pengamat sebelumnya membandingkan ambang ini dengan Reg CF dan Reg A, yang sama-sama mengatur penerbitan relatif kecil pada sekuritas tradisional. Dengan Reg Crypto, SEC menata rezim yang secara eksplisit diarahkan pada kelas aset kripto, bukan sekadar meminjam pengecualian dari kerangka sekuritas klasik. Selain ambang penawaran, draf juga memuat safe harbor bersyarat yang memungkinkan sebuah aset digital berhenti diperlakukan sebagai sekuritas. Perubahan status ini dikaitkan dengan terpenuhinya kondisi tertentu dan berakhirnya seluruh upaya manajemen, sehingga tidak terjadi otomatis. Di AS, status sekuritas menentukan kewajiban registrasi dan pelaporan penerbit. Ketentuan ini menyentuh salah satu perdebatan tertua di industri: apakah token tetap berada di bawah hukum sekuritas selamanya atau dapat "lulus" dari rezim tersebut seiring meningkatnya desentralisasi. Dimensi federal-negara bagian juga ditangani. Walau hukum sekuritas negara bagian tetap berlaku berdampingan dengan hukum federal, rancangan ini membatasi negara bagian untuk menetapkan persyaratan registrasi mereka sendiri atas penawaran yang menggunakan pengecualian federal baru tersebut. Dengan begitu, penerbit tidak perlu lagi menghadapi kewajiban paralel lintas negara bagian. Reg Crypto juga dibedakan dari "Innovation Exemption" terpisah yang menargetkan aset yang ditokenisasi. Komisioner SEC Hester Peirce menyebut proposal ini sebagai salah satu tahapan. Ia mengatakan, "This proposal is a step on a long road toward a clear, sensible and enforceable regulatory framework for crypto." Reg Crypto dibangun di atas panduan bersama SEC dan Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas AS (CFTC) pada Maret 2026 yang menyatakan sebagian besar aset digital bukan sekuritas. Karena kedua otoritas berbagi pengawasan atas pasar sekuritas dan derivatif di AS, panduan tersebut menjadi dasar doktrinal bagi proposal kini: jika mayoritas aset berada di luar definisi sekuritas, diperlukan rezim khusus untuk kasus-kasus yang masih masuk kategori tersebut, terutama untuk menjawab bagaimana penerbit dapat menghimpun modal. Konteks politik di SEC juga mencolok. Di bawah Ketua Paul Atkins, komisi saat ini seluruhnya diisi Partai Republik; Demokrat tidak memegang kursi. Arah regulasi di bawah Atkins dipandang lebih ramah inovasi dibanding era pendahulunya, Gary Gensler, yang dikenal menata industri kripto terutama lewat tindakan penegakan. Atkins menyebut pembaruan kerangka sebagai elemen utama strategi SEC, dengan tujuan memperbarui buku aturan untuk era modern dan menambatkan inovasi di pasar aset kripto. Perjalanan pengumuman aturan sempat tersendat. SEC menjadwalkan rapat pada 14 Agustus untuk memperkenalkan rancangan, lalu membatalkannya mendadak dengan alasan masalah penjadwalan tak terduga. Empat hari kemudian, proposal tetap diajukan. Setelah terbit di Federal Register, masa komentar publik selama 60 hari akan dimulai. Pelaku pasar dapat mengajukan masukan dan usulan perubahan, sebelum SEC memutuskan versi final. Dorongan regulator ini berlangsung di tengah kebuntuan legislatif. Clarity Act, yang diproyeksikan menjadi hukum federal komprehensif untuk aset digital, masih tertahan di Kongres. Industri kripto dan lobi perbankan berdebat soal imbal hasil atas saldo stablecoin, termasuk apakah penyedia boleh membayar bunga kepada pengguna. Isu potensi konflik kepentingan yang melibatkan Presiden Donald Trump juga ikut masuk agenda. Proses sudah melambat bahkan sebelum reses Agustus Senat. Senat menjadwalkan pemungutan suara prosedural pada pertengahan September, tetapi jadwalnya dinilai ketat karena perhatian politik bergeser ke pemilu November. Pada hari yang sama, sebuah sinyal datang dari Gedung Putih. Dalam panel konferensi SALT, penasihat kripto Patrick Witt mengisyaratkan kemungkinan aturan tambahan dari SEC dan CFTC jika Kongres gagal mengesahkan Clarity Act tepat waktu. Jalur regulasi untuk saat ini dinilai lebih cepat, meski tidak menggantikan undang-undang federal. Komisi di masa depan dengan mayoritas berbeda masih dapat membuka ulang kerangka ini.