SEC Usulkan Kerangka Regulasi Kripto untuk Pendanaan Token
Ringkasan Pasar AI
Usulan "Reg Crypto" dari SEC menciptakan kerangka kerja khusus untuk penggalangan dana token, pengungkapan, dan proses "keluar" yang terdefinisi yang dapat mengakhiri kontrak investasi terkait token, yang berpotensi memperjelas risiko sekuritas bagi banyak token lama. Meskipun adopsi untuk penawaran baru tidak pasti dan aturan tersebut masih berupa usulan dengan periode komentar 60 hari, prospek jalur kepatuhan yang diformalisasi dan jadwal yang lebih jelas secara luas bersifat mendukung bagi struktur pasar kripto AS.
Level dampak
● Tinggi
Aset terdampak
BTC/USDT+2.57%
Wawasan AI · BTC/USDTWawasan AI
▲ Bullish
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Pada 18 Agustus, Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) merilis usulan aturan "Regulation of Crypto Assets" ("Reg Crypto"). Ini menjadi rancangan aturan sekuritas AS pertama yang dirancang khusus untuk penawaran dan penjualan aset kripto, alih-alih sekadar menerapkan rezim yang dibuat untuk saham perusahaan.
Usulan tersebut menawarkan dua terobosan utama. Pertama, membuka jalur hukum bagi penjualan token tertentu kepada publik AS, termasuk partisipasi investor nonterakreditasi tanpa harus melalui penawaran terdaftar. Kedua, membentuk mekanisme formal dengan tenggat waktu yang jelas untuk mengakhiri "investment contract" yang terkait token.
Selama sekitar satu dekade, penerbit token di AS praktis hanya punya dua opsi: mendaftarkan penawaran (yang nyaris tidak pernah berhasil diselesaikan proyek) atau menerbitkan di luar negeri. Reg Crypto menambahkan opsi ketiga, sekaligus memberi jalur "exit" bagi ribuan token yang sudah diperdagangkan tetapi status hukumnya masih abu-abu.
Cakupan aturan ini dibatasi pada aset kripto yang bukan sekuritas, tetapi penawaran/penjualannya merupakan bagian dari suatu investment contract, di mana penerbit sebelumnya berjanji lewat kontrak tersebut untuk membangun produk, jaringan, atau ekosistem. Saham dan obligasi yang ditokenisasi, serta skema yang mengaitkan token dengan ekuitas atau sekuritas lain, dinyatakan tidak termasuk.
Dalam cakupan itu, Reg Crypto membagi siklus menjadi empat tahap: pendanaan, pengungkapan, pembangunan, dan exit.
Pendanaan: Ada pengecualian penggalangan dana satu kali untuk startup yang memungkinkan penerbit menghimpun hingga US$5 juta dalam periode maksimum empat tahun, dengan kewajiban pengajuan dokumen publik pada awal dan akhir periode. Selain itu, ada pengecualian yang lebih besar berbasis Regulation A, yang memungkinkan penghimpunan hingga US$20 juta atau US$75 juta dalam 12 bulan tergantung tingkat (tier). Untuk memanfaatkan pengecualian ini diperlukan akreditasi SEC, pelaporan berkelanjutan, dan penyampaian laporan keuangan. Penawaran Tier 2 juga mensyaratkan laporan keuangan yang diaudit serta "keterkaitan substansial" dengan AS dari sisi pendirian, manajemen, dan aset.
Pengungkapan: Penerbit wajib menyampaikan informasi spesifik tentang token, termasuk suplai token dan jadwal pelepasan, mekanisme mint dan burn, struktur tata kelola dan izin smart contract, source code, serta yang paling penting: apa yang dijanjikan penerbit untuk dibangun dan progres pembangunannya.
Pembangunan: Pengecualian startup memberi jendela hingga empat tahun bagi penerbit untuk menuntaskan pekerjaan inti yang dijanjikan.
Exit: Setelah penerbit menyelesaikan atau menghentikan secara permanen aktivitas di atas, tidak membuat komitmen baru untuk melanjutkannya, dan menyerahkan laporan transisi, investment contract terkait dianggap berakhir. Setelah itu, SEC tidak lagi memperlakukan aset kripto tersebut sebagai subjek investment contract berdasarkan Securities Act dan Securities Exchange Act.
SEC menegaskan mekanisme safe harbor ini juga berlaku bagi penerbit yang tidak menggunakan pengecualian pendanaan di atas. Artinya, dampaknya tidak hanya untuk penawaran token ke depan, tetapi juga memberi jalur exit potensial bagi token lama yang status sekuritasnya masih tidak jelas.
Dari estimasi SEC untuk kebutuhan administrasi, sekitar 475 penerbit per tahun diperkirakan akan memakai safe harbor investment contract, sedangkan sekitar 130 penawaran per tahun akan memanfaatkan dua pengecualian baru. Ini mengindikasikan bahwa dalam jangka pendek Reg Crypto lebih berfokus merapikan status hukum aset yang sudah ada ketimbang langsung memicu gelombang penerbitan token baru.
Investment contract yang dijual melalui salah satu pengecualian tersebut tidak akan dikategorikan sebagai restricted securities dan dapat dijual kembali segera, kecuali kontraknya membatasi. Usulan ini juga akan mengesampingkan sebagian persyaratan registrasi dan kualifikasi di tingkat negara bagian untuk penawaran perdana yang memenuhi syarat dan sebagian transaksi sekunder, selama penerbit tetap memenuhi kewajiban berkelanjutan.
Reg Crypto tidak mencakup bursa, broker, dealer, maupun layanan kustodian. Kerangka ini juga berbeda dari usulan pengecualian lain yang pernah dibahas SEC terkait sekuritas yang ditokenisasi dan transaksi on-chain.
Masa komentar publik berlangsung 60 hari setelah usulan dipublikasikan di Federal Register. SEC membatalkan rapat publik yang sebelumnya dijadwalkan pada 14 Agustus dan merilis proposal empat hari kemudian. Tiga komisaris saat ini—Ketua Paul Atkins serta Komisaris Hester Peirce dan Mark Uyeda—mengeluarkan pernyataan dukungan. Meski masa komentar 60 hari, jadwal tetap ketat apabila aturan ingin disahkan secara formal sebelum 2027.
Perspektif kami
Seperti ditulis pekan lalu, meski Senat masih buntu membahas CLARITY Act, SEC di bawah Atkins terus mendorong langkah-langkah yang dapat memperjelas regulasi bagi industri kripto. Reg Crypto dipandang sebagai langkah konstruktif dan sinyal kuat bahwa SEC tidak menunggu Kongres memodernisasi kerangkanya.
Rezim pengungkapan dalam proposal ini menunjukkan SEC mulai menangkap karakter unik aset kripto. Kewajiban yang dituntut mencakup suplai dan jadwal rilis token, mekanisme mint/burn, izin smart contract, tautan source code, struktur ekosistem, serta dokumentasi berkelanjutan atas apa yang dijanjikan penerbit dan progresnya. Ini adalah informasi yang memang relevan bagi pembeli token dan berbeda dari prioritas investor ekuitas. SEC juga mengakui sesuatu yang sebelumnya tidak diakui pada era Gary Gensler: penawaran token berbeda dari penawaran saham, sehingga membutuhkan pengungkapan yang berbeda.
Dimensi "waktu" dalam Reg Crypto juga krusial. Pada saham, karakter sekuritas melekat tanpa batas waktu. Dalam Reg Crypto, investment contract terkait token dapat dimulai saat penerbitan, mengikat kewajiban penerbit selama fase pembangunan proyek, lalu berakhir pada tanggal yang tercatat secara publik—meskipun tokennya tetap ada dan diperdagangkan. Ini bukan sekadar pengecualian baru, tetapi kerangka yang dibangun mengikuti siklus hidup token dan diterjemahkan menjadi aturan yang dapat ditegakkan.
Apakah penerbit akan memilih pengecualian pendanaan ini masih menjadi tanda tanya. Rule 506 dalam Regulation D tetap tersedia: tanpa batas penghimpunan dana, tanpa kebutuhan kualifikasi SEC, dan tanpa kewajiban pelaporan publik berkelanjutan. Reg Crypto menawarkan keunggulan berupa penawaran publik legal kepada investor nonterakreditasi, kemampuan transfer segera untuk sekuritas terkait, serta prioritas atas sebagian aturan registrasi negara bagian. Bagi proyek yang ingin tokennya benar-benar beredar, ketiadaan holding period federal bisa menjadi ketentuan penting yang selama ini kurang diperhatikan.
Konsekuensinya, penerbit harus menanggung kewajiban pengungkapan dan pelaporan yang nyata. Untuk pengecualian pendanaan berskala besar, penerbit juga harus menjaga keterkaitan substansial dengan AS. Syarat ini menambah tantangan karena banyak proyek historis memilih mendirikan foundation offshore bukan hanya untuk menghindari hukum sekuritas AS, tetapi juga karena tata kelola, manajemen dana, dan pajak. Pengecualian pendanaan besar menuntut banyak proyek memindahkan kembali entitas penerbit, manajemen, operasi bisnis, dan sebagian besar aset ke AS. Selama perlakuan pajak AS atas hasil penjualan token dan alokasi treasury belum jelas, persyaratan ini bisa membuat banyak proyek bertahan dengan struktur yang ada.
Pengecualian startup tidak memuat syarat registrasi AS yang serupa. Meski plafonnya US$5 juta, adopsinya berpotensi lebih tinggi pada tahap awal.
Jika hambatan tersebut dapat diatasi, skenario yang paling menarik adalah lahirnya pendanaan token "versi 2.0" yang benar-benar sah. Salah satu fungsi awal industri kripto adalah pembentukan modal: tim proyek dapat menggalang dana langsung dari calon pengguna, bukan semata bergantung pada modal ventura dan sistem pembiayaan privat tradisional. Siklus penggalangan dana token 2017 menunjukkan adanya permintaan pasar atas model ICO sekaligus konsekuensi ketika dijalankan tanpa pengungkapan kredibel, perlindungan investor, dan aturan yang bisa ditegakkan.
Reg Crypto mengisi banyak elemen yang dulu hilang: mekanisme pengecualian sesuai ukuran pendanaan, pengungkapan yang disesuaikan dengan karakter token, partisipasi investor publik dalam batas tertentu, dan definisi yang jelas kapan kewajiban penerbit menurut hukum sekuritas berakhir.
Kerangka ini juga berpotensi melahirkan ekosistem layanan baru. Pengacara sekuritas, firma audit, penyedia pengungkapan teknis, platform penerbitan, dan penyedia layanan kepatuhan dapat memperoleh manfaat dengan membantu proyek menyiapkan materi penawaran dan laporan transisi, sebagaimana Regulation A+ melahirkan ekosistem pendukungnya sendiri.
Tim yang paling mungkin lebih dulu mengadopsi Reg Crypto adalah mereka yang sudah memiliki entitas di AS, struktur organisasi yang jelas, dan kemampuan menanggung biaya pengungkapan berkelanjutan. SEC memperkirakan penyusunan laporan transisi di bawah safe harbor independen rata-rata membutuhkan sekitar 30 jam kerja, termasuk biaya jasa profesional eksternal. Ini menunjukkan bahwa proses "exit" pun jarang dapat dituntaskan sepenuhnya hanya oleh tim proyek.
Dalam jangka pendek, "exit" diperkirakan lebih penting daripada "pendanaan". Dampak paling cepat dari Reg Crypto kemungkinan berupa pembersihan status token lama, bukan kebangkitan penerbitan token di AS. Ini penting karena selama bertahun-tahun pasar mencoba menebak kapan investment contract berakhir berdasarkan pernyataan regulator, penyelesaian, dan litigasi. Sebelumnya industri berharap standar "desentralisasi penuh" dapat mengeluarkan token dari rezim sekuritas, tetapi standar itu tidak pernah terdefinisi jelas dan menjadi sumber ketidakpastian yang berkepanjangan. Reg Crypto berupaya mengganti ambiguitas tersebut dengan kewajiban pengajuan formal dan tanggal yang tegas.
Perlu dicatat, aturan ini masih berupa usulan dan belum final. Bila diadopsi pun, isinya masih bisa berubah. Proposal tetap harus melewati masa komentar publik 60 hari. Atkins juga menekankan legislasi tetap diperlukan karena hanya tindakan Kongres yang dapat mencegah regulator di masa depan membatalkan kerangka yang kini dibangun SEC. Regulator negara bagian juga dapat menantang klausul preemption federal yang luas dalam proposal.
Reg Crypto berpotensi membawa kejelasan regulasi penting bagi industri kripto, tetapi hanya Kongres yang dapat membuat kejelasan itu benar-benar bertahan.